kredit foto Zulfikri Prasesa/BP BUMN
JAKARTA — BP BUMN bersama Danantara terus mendorong peran BUMN dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria meninjau langsung kondisi hunian sekaligus berdialog dengan warga pada Selasa (3/11/2026).
“Kita mengunjungi rumah yang dibangun BUMN. Kita ingin keberadaan BUMN itu dirasakan masyarakat. Ini menunjukkan kepedulian Bapak Presiden Prabowo dan juga Pak Seskab yang begitu concern terhadap kehidupan rakyat kita di bawah,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Penyediaan huntara tidak hanya bertujuan menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga penghuninya.
Dalam kunjungan tersebut, Dony turut memperhatikan keberlanjutan pendidikan anak-anak, termasuk kendala jarak sekolah dan akses terhadap fasilitas pendidikan.
Dony menyampaikan bahwa kebutuhan pendidikan anak-anak penghuni huntara akan turut dibantu, termasuk melalui akses ke program Sekolah Rakyat. Menurutnya, hunian yang layak perlu diimbangi dengan pendidikan yang baik agar anak-anak memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
“Nanti kan sudah ada Sekolah Rakyat juga. Nanti tinggal kita salurkan. Susah dapat makan, tempat tidur, pendidikan, semua sudah diurusin. Tujuannya Bapak Presiden kan begitu, semua rakyat Indonesia harus mampu mengakses pendidikan, apa pun levelnya,” kata Dony.
Selain hunian dan pendidikan, BUMN juga memperhatikan ketersediaan fasilitas pendukung aktivitas warga. Huntara tersebut telah dilengkapi masjid dan ruang berkumpul.
Selanjutnya, direncanakan pembangunan fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer agar anak-anak memiliki ruang untuk bermain, beraktivitas, dan bersosialisasi di lingkungan yang sehat.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen BUMN untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup.
Kehadiran huntara di Senen diharapkan menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi warga beserta keluarga mereka.
Warga Gusuran di PAM Baru Raya, Bendungan Hilir Apresiasi Huntara Senen
Sementara itu, Eva, salah satu Keluarga Pensiunan PNS DKI Jakarta yang tinggal di Jalan PAM Baru Raya, Bendungan Hilir Jakarta Pusat mengapresiasi program tersebut. Yang menyediakan Huntara. Ia berharap hal serupa bisa dilakukan Pemprov DKI Jakarta buat sekitar 30 KK di PAM Baru Raya.
Eva merupakan korban gusuran oleh Pemkot Administrasi Jakarta Pusat, pada (6/5). Ia dan janda pensiunan PNS DKI sebenarnya tidak menolak direlokasi.
“Warga inginnya tinggal di rumah tapak, karena itu mereka sebelumnya tetap bertahan. Tidak mau ke rusun sewa. Terbukti setelah gusuran banyak yang tidak tinggal di sana. Juga masih ada yang belum dapat uang pindah Rp 50 juta,” ujarnya
“Kami bayar PBB sejak tahun 1980 . Selain rumah dinas, rumah di depan yang dibangun keluarga saya juga di bumi hancurkan. Padahal pas audiensi dengan pejabat Pemkot Administrasi Jakarta Pusat, kami disuruh oleh pejabatnya gugat saja ke pengadilan. Saat jadwal hari sidang gugatan malah digusur. Harusnya mereka hormati proses hukum dan mencatat janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Pramono yang tidak akan menggusur,” imbuh Eva mengenang gusuran yang mengerahkan ratusan aparat dari Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.
