foto ist
JAKARTA – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) meraih lima penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Acara yang merupakan bagian dari kegiatan Mineral & Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026, dilaksanakan pada Selasa (3/11), di JIEXPO Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta.
Lima penghargaan tersebut terdiri atas empat penghargaan untuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta satu penghargaan atas pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practices).
Penghargaan PPM diberikan atas keberhasilan program ANTAM yang mencakup peningkatan kualitas kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penyediaan infrastruktur air bersih berbasis teknologi ramah lingkungan.
Sementara, penghargaan Good Mining Practices diberikan atas kontribusi dan kinerja terbaik dalam pelaksanaan kaidah teknik pertambangan.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen ANTAM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan memastikan kegiatan usaha pertambangan tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Corporate Secretary ANTAM Wisnu Danandi Haryanto mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan pemerintah atas konsistensi perusahaan dalam mengembangkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
“Bagi ANTAM, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis dan operasional, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” jelas Wisnu dalam keterangan tertulis, Rabu, (4/11/2026).
“Karena itu, kami terus mendorong program pemberdayaan yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Empat penghargaan PPM yang diraih ANTAM berasal dari tiga unit bisnis dan satu anak usaha, dengan program yang memiliki fokus dan karakteristik pemberdayaan berbeda.
Dari Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara, program ANTAM G-BEST (Gizi Baik Cegah Risiko Stunting) memperoleh apresiasi pada kategori pencegahan risiko stunting melalui perbaikan gizi.
Program ini mengembangkan upaya pencegahan stunting secara terpadu, mulai dari edukasi kesehatan dan gizi bagi calon ibu, pendampingan ibu dan anak, penguatan Posyandu Integratif, hingga pemanfaatan pangan lokal bergizi untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, ANTAM G-BEST juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM pangan lokal “Karya Perempuan Berdaya”.
Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan stunting sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas keluarga dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat meraih apresiasi melalui program KAMEK SAMBUT (Kemandirian Masyarakat Berbasis Ekologi sebagai Sumber Ekonomi Berkelanjutan) pada kategori peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan pertanian berkelanjutan.
Program ini mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal sebagai sumber penghidupan masyarakat, dengan mengedepankan praktik pertanian yang memperhatikan aspek ekologi dan keberlanjutan lingkungan.
Dari Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor, program Garitan Kalongliud (Gerakan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kalongliud) memperoleh apresiasi dalam kategori penguatan kelembagaan kelompok tani untuk mendukung ketahanan pangan.
Melalui program tersebut, ANTAM mendorong penguatan kapasitas dan kelembagaan petani agar mampu mengembangkan kegiatan pertanian secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Penguatan kelompok tani juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih mandiri.
Penghargaan berikutnya diraih anak usaha ANTAM, PT Sumberdaya Arindo, melalui program Waya Cani Guna pada kategori penyediaan infrastruktur air bersih melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan berbasis masyarakat.
Program ini menitikberatkan pada penyediaan akses air bersih dengan pendekatan teknologi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaannya.
Selain empat penghargaan PPM, ANTAM melalui Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat juga meraih Apresiasi Minerba 2026 atas kontribusi dan kinerja terbaik dalam pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practices).
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dan kinerja ANTAM dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan aspek keselamatan, kepatuhan terhadap ketentuan pertambangan, serta pengelolaan lingkungan. (rls/dai)
