BRIN goes to industry 8, menggelar “Innovation Talk Scalable Technologies for Food Safety and Shelf-Life Extention” di acara Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat (18/92026). foto indopostrust.id

 

JAKARTA – Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 memasuki hari kedua penyelenggaraannya di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, rangkaian program hari kedua memperkuat pembahasan mengenai pentingnya inovasi berbasis sains, keamanan dan kualitas pangan, harmonisasi standar di kawasan ASEAN, serta pengembangan produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan. 

Agenda hari kedua dibuka oleh seminar “Science, Safety, and Claims: ASEAN Harmonisation for the Future of Food” terbagi menjadi beberapa sesi yang dibawakan oleh Dr Maria Leonora Francisco, President dari Philippines Association of Food Technologiests, Inc., Professor Samuel Godefroy, Laval University, Quebec, Canada dan President & COO, Global Food Regulatory Science Society (GFoRSS). 

Dalam seminar ini membahas pentingnya harmonisasi ilmu pengetahuan, standar keamanan pangan, serta klaim pangan dan kesehatan di kawasan ASEAN. 

Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan industri pangan tidak hanya membutuhkan inovasi dalam bahan baku dan teknologi, tetapi juga ekosistem regulasi yang mampu memastikan bahwa inovasi tersebut dapat dikembangkan dan diterapkan secara aman, kredibel, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Menjelang implementasi Wajib Halal pada 18 Oktober 2026, kesiapan industri dalam memenuhi persyaratan halal menjadi salah satu isu penting dalam rantai pasok bahan pangan. Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 turut mengangkat isu tersebut melalui dua seminar

Yaitu “Streamlining Halal Certification for Global Suppliers Through Mutual Recognition Agreements and Regional Collaboration” serta “Indonesia’s Mandatory Halal Certification for Food Ingredients: What the Industry Needs to Prepare” yang diadakan oleh BPJPH. 

Kedua sesi ini membahas kesiapan pelaku industri dan pemasok global dalam menghadapi ketentuan sertifikasi halal di Indonesia, termasuk pentingnya kolaborasi regional dan mekanisme mutual recognition untuk mendukung kelancaran rantai pasok bahan pangan. 

Selain aspek regulasi dan keamanan pangan, kebutuhan konsumen terhadap produk yang mendukung kesehatan dan nutrisi perempuan juga menjadi salah satu pembahasan pada hari kedua. 

Kebutuhan nutrisi perempuan berubah sepanjang tahapan kehidupan, mulai dari dewasa muda, kehamilan, menopause, hingga usia lanjut. 

Melalui sesi “Nutritional Science for Women Across Life Stages” yang akan dibawakan oleh Dr. Mira Dewi, M.Si, PhD dari SEAFAST Center & LRI-PGKH IPB University dan “From Iron to Magnesium and Beyond: Solving Nutrient Delivery Challenges Across Women’s Life Stages” yang dibawakan oleh Peter Liu dari VICA membahas kebutuhan nutrisi perempuan di berbagai tahapan kehidupan, mulai dari masa reproduktif, kehamilan, hingga menopause dan penuaan sehat, serta tantangan dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. 

Dengan menyoroti peran berbagai functional ingredients, termasuk zat besi, folat, DHA, kalsium, vitamin D, kolagen, dan probiotik, sesi ini juga membahas pentingnya pemilihan bahan, teknologi bahan baku, dan bioavailabilitas dalam menghasilkan solusi nutrisi yang efektif, nyaman dikonsumsi, dan didukung oleh bukti ilmiah. 

Beragam agenda tersebut memperlihatkan bahwa transformasi industri makanan dan minuman berlangsung melalui berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari sains dan regulasi, keamanan pangan, pengembangan functional ingredients, kebutuhan nutrisi, hingga inovasi formulasi dan efisiensi proses produksi. 

Melalui rangkaian konferensi, seminar, dan presentasi teknis tersebut, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan ruang bagi pelaku industri untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi dan bahan baku sekaligus memahami bagaimana inovasi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Rose Chitanuwat, Regional Portfolio Director (ASEAN), Informa Markets, menyebutkan, Fi Asia Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan perkembangan terbaru dalam bahan baku dan teknologi makanan dan minuman, tetapi juga memberikan ruang untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi industri. 

“Melalui rangkaian agenda pada hari kedua, kami melihat bagaimana inovasi, sains, keamanan, dan kebutuhan konsumen saling berkaitan dalam membentuk masa depan industri pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya, Jumat (18/9/2026).

Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 berlangsung pada 16-18 September 2026 di Jakarta International Expo. Temukan inovasi bahan baku makanan dan minuman terbaru, tingkatkan hubungan bisnis dengan berbagai perusahaan dan pakar industri, serta dapatkan inspirasi untuk mengembangkan bisnis. 

Dengan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026, Indonesia akan menjadi pasar yang semakin dinamis dan kompetitif. Untuk pendaftaran online, kunjungi www.fiasia.com