foto indopostrust.id

JAKARTA – The Pokémon Company (selanjutnya disebut TPC) yang memproduseri Pokémon (kantor pusat: Roppongi, Minato-ku, Tokyo; Presiden Direktur: Tsunekazu Ishihara) mengumumkan proyek dan kemitraan baru di Indonesia untuk tahun fiskal 2026-2027 dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Senin 14 September 2026. 

Dalam konferensi pers kali ini, TPC memperkenalkan proyek baru di berbagai bidang. 

  1. Kolaborasi dengan budaya tradisional Indonesia “Wayang”
  2. Proyek olahraga bertajuk “Milklife Sports Project with Pokémon”
  3. Penyelenggaraan “Pokémon RUN 30”
  4. Perilisan versi bahasa Indonesia untuk permainan ponsel pintar “Pokémon Trading Card Game Pocket
  5. Penyelenggaraan acara “Pikachu’s Indonesia Journey” dipastikan akan digelar (diadakan secara bersamaan dengan “Nintendo Switch and Nintendo Switch 2 Experience Jakarta”)

Melalui proyek-proyek ini, TPC bertujuan untuk menciptakan titik temu baru antara budaya Indonesia yang kaya dan gaya hidup yang beragam dengan Pokémon, serta menghadirkan kesenangan dan pengalaman khas Pokémon kepada berbagai generasi, terutama anak-anak. 

Dalam kolaborasi dengan “Wayang”, salah satu pertunjukan tradisional Indonesia, TPC akan menyampaikan pesan kepada anak-anak melalui perpaduan budaya tradisional kebanggaan Indonesia dengan dunia Pokémon.

Mereka ingin memperkenalkan Pokémon kepada anak-anak di Indonesia dengan cara yang berbeda.

“Kami telah melakukan kolaborasi bersama dengan wayang sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Dunia yang telah didaftarkan oleh UNESCO dan merupakan salah satu budaya kebanggaan dari Indonesia,” ujar Corporate Officer The Pokémon Company, Susumu Fukunaga dalam acara Konferensi Pers Future Plans for Indonesia 2026-2027 di St. Regist, Senin (14/9/2026).

Fukunaga mengatakan sudah berdiskusi dengan tiga kementerian di Indonesia. la menjelaskan, pihaknya memiliki misi untuk menyampaikan kepada anak-anak di Indonesia mengenai dunia Pokemon.

“Jadi mungkin yang pertama adalah kami akan pertama kali menampilkan wayang itu sendiri di acara World Conference on Creative Economy, yang akan diadakan di tanggal 22 dan 23 Oktober. Jadi nanti di situ wayang akan pertama kali ditampilkan di depan publik,” ujarnya.

Fukunaga menambahkan, Pokémon Indonesia juga sebelumnya telah melakukan kolaborasi bersama dengan batik yang diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO. 

“Kami punya misi ingin menyampaikan budaya Indonesia dan dunia Pokémon, kepada anak-anak di Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mengapresiasi peluncuran program Poke Wayang. Program itu merupakan kolaborasi antara wayang sebagai budaya Indonesia dengan sebuah intellectual properties (IP) yang sudah mendunia, yakni Pokémon.

Menurut Fadli, kolaborasi strategis itu akan mempercepat pengenalan wayang kepada dunia. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), kata  dia, mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokémon, sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Indonesia dengan budaya populer global, yaitu karakter Pikachu. 

“Ini adalah satu kolaborasi, kolaborasi antara sebuah IP yang sangat besar yaitu Pokémon. Q Pikachu dengan Wayang. Wayang kita tahu adalah bagian dari warisan budaya Indonesia, yang terinskripsi di UNESCO,” ucap Fadli di acara ‘Pokemon Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027’ di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, hadirnya Poke Wayang bisa ikut mendorong wayang semakin mendunia.

“Kita berharap Wayang semakin dikenal di dunia, tentu mereka (Pokémon) juga mempunyai benefit, semuanya ini adalah simbiosis yang menguntungkan semua,” ujar Fadli.

Dia pun senang akhirnya, wayang bisa dipromosikan ke kalangan anak muda, khususnya gen Z melalui karakter Pokomen. Menurut Fadli, kedua pihak akan mendapatkan keuntungan karena eksposure atas promosi Poke Wayang. 

“Kita sama-sama menyebarkan budaya Indonesia, Wayang dan juga Pikachu. Ini adalah kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dengan The Pokémon Company di Indonesia,” kata Fadli.

Menbud juga menyampaikan ragam jenis wayang, sesuai dengan keberagaman Indonesia yang megadiversitas. Menurutnya dalam ekspresi budaya wayang, Indonesia memiliki Wayang Jawa, Wayang Sunda, hingga Wayang Sasak.

“Kemudian yang mengalami akulturasi budaya, misalnya dengan Tionghoa menjadi Wacinwa, dan Wayang Potehi. Sekarang akulturasi di era modern, dengan Pokewayang, ini adalah satu bentuk akulturasi baru,” ujarnya.

Wayang menurut tidak hanya memiliki fungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan. Wayang memiliki fungsi edukatif yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. 

“Kementerian Kebudayaan memandang kolaborasi dan akulturasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kebudayaan yang tidak berhenti pada pelestarian, tetapi juga membuka ruang pengembangan dan pemanfaatan budaya. Ekosistem tersebut mencakup sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai bagian dari hilirisasi kebudayaan,” jelas Menbud.

Sementara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menjelaskan, ia sempat berpikir siapa sosok yang layak untuk diundang dalam peluncuran Poke Wayang. 

Dia pun akhirnya mengontak Fadli, yang memang selama ini dikenal memiliki kepedulian sejarah dan budaya Indonesia, khususnya wayang. Menurut Irene, sudah tepat jika Poke Wayang dipromosikan secara global dengan menggandeng Kementerian Kebudayaan.

Lebih lanjut Irene Umar,  menyampaikan pemanfaatan ekonomi kreatif sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus sebagai bagian dari upaya membawa produk dan kekayaan budaya Indonesia ke ruang global.

“Ini merupakan satu kebanggaan buat kita. Karena bagaimana kita bisa menggunakan ekonomi kreatif untuk melestarikan dan mengekspor kebudayaan kita, agar seluruh dunia tahu mengenai kearifan lokal dan kebudayaan Indonesia,” jelasnya.

Kolaborasi Pokémon dan wayang selanjutnya akan diperkenalkan melalui World Conference of Creative Economy (WCCE) yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 mendatang.

Pada kegiatan tersebut, untuk pertama kalinya, Pokémon akan menampilkan panggung Pokewayang. Selain sebagai showcase utama WCCE, panggung tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan pertemuan budaya tradisional Indonesia dan budaya populer dunia kepada publik yang lebih luas.

Turut hadir pada kesempatan ini yakni Duta Besar Kerajaan Jepang untuk Indonesia, Ueno Atsushi; Senior Director of Pokémon Company, Daisuke Kobayashi; Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfataan dan Pembinaan Kebudayaan, Judi Wahjudin; serta Direktur Pengembangan Budaya Digital, Insan Abdirrohman.

Sementara itu Ketua Umum SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), Marsda TNI (Purn) F.H. Bambang Soelistyo, S.Sos., menyampaikan, “Ini adalah kolaborasi spesial di mana budaya Indonesia bertemu dengan Pokémon. Mari rasakan budaya kita lebih dekat dan kenali pesonanya bersama Poké Wayang.”

Kisah “Poké Wayang” juga sarat akan pesan moral untuk anak-anak Indonesia. Melalui petualangan Pikachu dan Pokémon lainnya dalam menghadapi berbagai rintangan, TPC ingin menanamkan nilai-nilai tentang pentingnya “bekerja sama dengan teman” dan “saling mendukung bersama orang-orang terdekat”.

Untuk semakin menghidupkan suasana, musik ikonis dari seri video game Pokémon telah diaransemen ulang dengan alunan gamelan, menghadirkan nuansa yang ceria dan unik di dalam dunia “Poké Wayang”.

Pertunjukan perdana dari kolaborasi ini dijadwalkan akan dipentaskan pada ajang WCCE (World Conference on Creative Economy) yang digelar pada tanggal 22 Oktober 2026.

Ke depannya, TPC berencana menggelar tur pertunjukan “Poké Wayang” ke berbagai sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia. “Kami juga akan mendonasikan kit (perangkat peragaan wayang) edisi khusus ini ke sebanyak mungkin sekolah, agar anak-anak dapat terus menikmati dan memainkannya sendiri.” 

Inisiatif ini didukung penuh oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta SENAWANGI.

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam melestarikan budaya tradisional Indonesia, sekaligus menjadi pendekatan kreatif untuk membantu merespons berbagai tantangan sosial yang dihadapi anak-anak saat ini.

Proyek olahraga bertajuk “Milklife Sports Project with Pokémon” 

TPC akan meluncurkan “MilkLife Sports Project with Pokémon” berkolaborasi dengan MilkLife, untuk membuka berbagai peluang bagi generasi muda Indonesia melalui bidang olahraga, khususnya sepak bola putri dan bulu tangkis.

Melalui proyek ini, Pokémon bersinergi dengan inisiatif sepak bola putri dan bulu tangkis yang digagas oleh MilkLife. 

Tujuannya adalah untuk mendukung semangat olahraga anak-anak, sekaligus menumbuhkan minat dan wadah baru bagi mereka untuk lebih dekat dengan dunia olahraga.

Pada konferensi pers peluncuran kali ini, hadir beberapa pembicara istimewa, yakni mantan pemain timnas sepak bola putri Jepang, Mana Iwabuchi dan Aya Miyama, serta mantan pebulutangkis nomor 1 dunia, Kento Momota.

Iwabuchi dan Miyama merupakan atlet papan atas yang telah lama berkiprah di kancah internasional, bahkan pernah membawa timnas Jepang menjuarai Piala Dunia Wanita FIFA pada tahun 2011. 

Sementara itu, Momota juga merupakan atlet kebanggaan Jepang yang telah mengantongi berbagai gelar juara dunia.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Iwabuchi dan Miyama akan menggelar sesi coaching clinic dalam ajang “MilkLife Soccer Challenge” yang berlangsung di Jakarta mulai 17 September 2026. 

Melalui interaksi langsung antara para legenda olahraga Jepang ini dengan anak-anak penerus bangsa, diharapkan dapat tercipta ikatan persahabatan yang semakin erat antara Jepang dan Indonesia melalui olahraga.

 

Turut hadir pula Victor R. Hartono, selaku Pemilik MilkLife Soccer and Badminton, yang menyampaikan dukungan penuh dan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Supaya lebih memotivasi anak-anak berpartisipasi. Saya rasa ini menang sama menang karena mereka juga MilkLife Soccer and Badminton lebih senang kalau anak anak kecil berpartisipasi. Sebagian mungkin belum tahu sportnya tapi sudah tahu Pokémon. Begitu juga sebaliknya sudah tahu sportnya tapi belum tahu Pokémon,” ujarnya.

“Di kami, untuk sepakbola putri. Kalau badminton putra dan putri. Kenapa menyelenggarakan turnamen bola putri. Karena menurut saya persaingan sepakbola putri lebih memungkinkan Indonesia masuk Piala Dunia Putri. Dari pada kita nungguin yang putra masuk piala dunia. Kalau saya percaya yang putri lebih bisa masuk piala dunia,” imbuh Victor 

Selain MilkLife Soccer, ia merasa harus ada swasta lainnya yang menyelenggarakan turnamen turnamen lainnya. Seperti di sepakbola putra. Kalau bisa seperti di sepak putra.

“Kalau hanya kita kurang banyak. Kalau bisa kayak sepakbola putra. Saya harap ada turnamen turnamen lain, seperti diputra Jadi setiap tahun bisa main Jadi lebih jago. 2035 kita berharap masuk piala dunia. Tapi kalau menurut ChatGPT 2045,” jelas Victor.

Saat ditanya soal Poke Wayang, Victor mengapresiasi. “Bagus sekali, diharapkan lebih banyak lagi perkembangannya. Wayangnya juga bisa lebih banyak.  Kemudian untuk batik, jenis batik nya juga bisa tambah. Mungkin bisa banyak ide-ide lain,” pungkasnya.

Penyelenggaraan “Pokémon RUN 30”

“Pokémon RUN” merupakan acara lari tematik interaktif yang mengajak para peserta untuk merasakan langsung serunya menjadi seorang Pokémon Trainer dan berpetualang di dalam dunia Pokémon. 

Acara ini memadukan keseruan olahraga lari, petualangan mencari Pokémon, dan berbagai tantangan interaktif. Untuk memperingati hari jadi Pokémon yang ke-30, “Pokémon RUN” akan diselenggarakan dalam skala terbesar yang pernah ada di berbagai wilayah Asia. 

Ini adalah momen spesial untuk merayakan masa lalu, masa kini, dan masa depan Pokémon bersama para penggemar.

Mengusung tema “Run into the Future with Pokémon!”, “Pokémon RUN 30: Indonesia Edition” dan “Pokémon Festival Zone” akan hadir di Jakarta pada tanggal 12–13 Desember 2026.

Informasi Acara

  • TanggalPenyelenggaraan: 

○ Pokémon RUN: 13 Desember 2026

○ Pokémon Festival Zone: 12–13 Desember 2026 

  • Lokasi :

○ Rute Lari: GBK (Gelora Bung Karno) & Jalan Sudirman

○ Festival Zone: fX Sudirman

  • Kategori Lari: Fun Run (± 5km) – Rute santai yang dirancang untuk dinikmati semua kalangan, mulai dari pelari pemula, penggemar olahraga, pencinta Pokémon, hingga keluarga dan anakanak.
  • Biaya Pendaftaran: Rp899.000 (Sudah termasuk Race Pack Eksklusif “Pokémon RUN 30 Runner’s Kit”)
  • Sponsor Regional: UNIQLO

Rute lari akan disulap sedemikian rupa menjadi dunia Pokémon yang interaktif. Dimulai dengan memilih Pokémon partner andalan di garis start, peserta akan berlari sambil menyelesaikan berbagai rintangan seru di sepanjang lintasan:

  • Pokémon Gym: Area atraksi interaktif untuk menguji ketangkasan dan semangat para Trainer.
  • Pokémon Center: Titik minum (water station) tempat para Trainer dapat beristirahat dan mengisi ulang energi.
  • Misi Pokédex: Peserta akan menjumpai berbagai Pokémon di sepanjang rute, serta berkesempatan mengumpulkan stiker spesial untuk melengkapi Pokédex mereka.
  • Kejutan di Garis Finis: Momen spesial menanti saat peserta melewati garis finis, di mana mereka dapat menyaksikan Pokémon partner mereka berevolusi seiring dengan keberhasilan menyelesaikan lari.

Selain acara lari, TPC juga akan menghadirkan “Pokémon Festival Zone”. Area ini terbuka untuk umum secara gratis, dengan berbagai keseruan sebagai berikut:

  • Pokémon RUN Merchandising Booth: Menjual merchandise eksklusif edisi peringatan Pokémon RUN.
  • Pokémon Time Tunnel: Area pameran imersif untuk napak tilas sejarah perjalanan Pokémon, meliputi video game, Pokémon Game Kartu Koleksi, serial animasi, hingga proyek kolaborasi lokal.
  • Pokémon Experience Zone: Area bermain di mana pengunjung bisa mencoba langsung game Nintendo Switch 2 terbaru, bermain Pokémon Game Kartu Koleksi menjelajahi aplikasi seluler, dan banyak lagi.

Setiap Trainer yang mendaftar sebagai peserta “Pokémon RUN 30” berhak mendapatkan paket Runner’s Kit spesial yang berisi:

  • Kaos Eksklusif Pokémon RUN
  • Tas Serut Eksklusif Pokémon RUN
  • Nomor Dada (BIB) Bertema Tipe (Rumput/Api/Air) – Peserta dapat memilih 1 dari 3 jenis elemen.
  • Ban Lengan Berdesain Poké Ball
  • Pokémon Dex Search Sheet (Lembar Misi Pokémon RUN)
  • Kartu Lentikular Starter Pokémon (Bulbasaur/Charmander/Squirtle) – Karakter akan disesuaikan dengan elemen BIB yang dipilih.
  • Boneka Pikachu Duduk di Bahu (Shoulder Plush) Edisi Pokémon RUN 30
  • Booster Pack Pokémon Game Kartu Koleksi Pendaftaran untuk wilayah Indonesia akan dibuka mulai Sabtu, 19 September 2026 pukul 00:00 WIB. 

Untuk detail panduan dan cara mendaftar, silakan kunjungi portal pendaftaran resmi di bawah ini: [Tautan Pendaftaran LOKET] 

https://loket.com/site/page-pokemonrunindonesia

Informasi lebih lanjut mengenai detail acara “Pokémon RUN 30 Indonesia” juga dapat diakses oleh masyarakat umum melalui situs web resmi kami: [Portal Resmi Pokémon]

https://id.portal-pokemon.com/30th/topics/20260603_01/

 

Perilisan versi bahasa Indonesia untuk permainan ponsel pintar “Pokémon Trading Card Game Pocket

“Pokémon Trading Card Game Pocket” adalah aplikasi yang menghadirkan keseruan mengoleksi kartu Pokémon—yang telah digemari di seluruh dunia—dengan cara yang lebih mudah dan praktis.

Sejak resmi diluncurkan di 150 negara dan wilayah pada 30 Oktober 2024 lalu, aplikasi ini mendapatkan sambutan yang luar biasa. Dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun sejak perilisannya.

“Pokémon Trading Card Game Pocket” sukses menembus lebih dari 200 juta total unduhan secara global, dimana lebih dari 5,2 juta unduhan di antaranya berasal dari pemain di Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen dan apresiasi, TPC dengan bangga mengumumkan bahwa aplikasi ini akan resmi mendukung pilihan Bahasa Indonesia mulai Januari 2027. Melalui pembaruan ini, para penggemar di Indonesia diharapkan dapat menikmati pengalaman mengoleksi kartu dan bermain dengan bahasa yang lebih familier dan mudah dipahami.

Tidak hanya itu, untuk merayakan hadirnya dukungan Bahasa Indonesia ini, TPC juga akan membagikan hadiah item spesial di dalam game berupa “Pikachu Berkemeja Batik”. Detail lebih lanjut mengenai cara mendapatkan hadiah ini akan diumumkan di kemudian hari.

Melalui “Pokémon Trading Card Game Pocket”, TPC terus berupaya menghadirkan keseruan bermain kartu Pokémon agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Daisuke Kobayashi, Senior Director The Pokémon Company,  mengatakan keputusan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengajak lebih banyak penggemar Pokémon di Indonesia bermain TCG Pocket.

“Untuk penggemar Pokémon yang belum memainkan, kami mengundang semuanya. Dan bagi teman-teman yang sudah memainkan aplikasi ini, tinggal ubah bahasanya,” ujarnya.

Bahasa Indonesia nantinya tidak hanya digunakan pada bagian tertentu dari permainan. Kobayashi memastikan seluruh pengalaman dalam game akan dilokalkan, termasuk menu dan berbagai elemen in-game.

“Semua dilokalisasi, termasuk menu in-game, jadi makin familiar,” ujar Kobayashi. Pemain lama juga tidak perlu khawatir koleksi atau progres permainan mereka akan hilang ketika mengganti bahasa.

“Game yang sudah dijalankan tidak akan hilang,” katanya. 

Pemain cukup mengubah pengaturan bahasa untuk menikmati TCG Pocket dalam Bahasa Indonesia. Kehadiran Bahasa Indonesia ini juga tidak terlepas dari besarnya basis pemain Pokémon TCG Pocket di Tanah Air. 

Takato Utsunomiya, COO The Pokémon Company, mengungkapkan bahwa pemain dari Indonesia menempati posisi keenam secara global.

“Game card itu, pemain dari Indonesia nomor enam sedunia,” kata Utsunomiya. Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia tersebut penting bagi The Pokémon Company.

“Indonesia penting buat kami,” ujarnya. 

Lebih lanjut Takato Utsunomiya, menjelaskan, tahun ini, Pokémon merayakan hari jadinya yang ke-30.

“Ini merupakan tahun yang sangat bersejarah bagi kami. Sebagaimana kita ketahui, akar perjalanan Pokémon berawal dari sebuah game. Oleh karena itu, kami sangat gembira dapat menghadirkan pengalaman bermain game yang baru bagi masyarakat Indonesia di tahun yang istimewa ini,” ujarnya.

“Terkait ‘Pokémon Trading Card Game Pocket’, kami telah mengumumkan hadirnya dukungan Bahasa Indonesia. Namun yang terpenting, kami merasa sangat bangga karena akhirnya dapat membawa  video game—yang merupakan cikal bakal Pokémon—ke hadapan Anda semua melalui konsol Nintendo Switch,” imbuhnya.

Melalui interaksi dengan masyarakat Indonesia, Takato Utsunomiya merasakan bahwa budaya Jepang tidak sekadar dikenal di sini, melainkan dipahami dan dinikmati secara mendalam.

“Karena itu, kami pun ingin belajar dari Indonesia, salah satunya dari kesenian tradisional seperti Wayang. Kami sangat menghormati dan ingin mempelajari kekayaan budaya tersebut, sembari menciptakan pengalaman baru khas Pokémon bersama Anda semua,” ujarnya.

Melalui Pokémon, pihaknya, jelas Takato Utsunomiya berharap dapat menghubungkan Indonesia dengan dunia. Meski kita berasal dari negara, bahasa, dan budaya yang berbeda, kita tetap bisa memainkan game yang sama, bersenang-senang dengan kartu yang sama, dan menjalin ikatan pertemanan dari sana. 

“Saya percaya, itulah kekuatan sejati yang dimiliki oleh Pokémon. Kedepannya, bersama para mitra di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kegembiraan, kejutan, dan kenangan indah khas Pokémon bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Pikachu’s Indonesia Journey

Penyelenggaraan acara “Pikachu’s Indonesia Journey” dipastikan akan digelar (diadakan secara bersamaan dengan “Nintendo Switch and Nintendo Switch 2 Experience Jakarta”). Event “Pikachu’s Indonesia Journey” dipastikan akan kembali hadir di Central Park Mall, Jakarta. 

Melanjutkan kesuksesan gelaran pada tahun 2024 dan 2025, perjalanan Pikachu Berkemeja Batik kali ini siap tampil lebih spesial dan semakin menarik dengan hadirnya konten pengalaman bermain video game Pokémon yang dapat dicoba secara langsung oleh para pengunjung. 

Selain itu, acara “Nintendo Switch and Nintendo Switch 2 Experience Jakarta” juga akan digelar secara serentak di tempat dan tanggal yang sama dengan “Pikachu’s Indonesia Journey”, menyambut peluncuran resmi konsol Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 di Indonesia pada 10 Desember 2026.

Di lokasi acara, pengunjung tidak hanya dapat mencoba berbagai judul permainan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2, termasuk waralaba populer seperti Mario dan Pokémon, tetapi juga dapat mengunjungi “Nintendo POP-UP STORE in Jakarta”.

Di toko ini, pengunjung dapat membeli berbagai merchandise karakter Nintendo serta perangkat lunak game secara langsung, termasuk konsol edisi khusus seperti “Nintendo Switch Pokémon: Let’s Go, Pikachu! Bundle”.

Detail Acara

  • Nama Acara (Tentatif): Pikachu Indonesia Journey
  • Tanggal Pelaksanaan: 10 Desember 2026 (Kamis) – 3 Januari 2027 (Minggu)
  • Lokasi: Central Park Mall, Jakarta
  • Biaya Masuk: Gratis

Selain itu, diumumkan pula bahwa setelah peluncuran “Nintendo Switch” dan “Nintendo Switch 2”, sebuah kampanye spesial akan diadakan di beberapa toko ritel tertentu. 

Melalui kampanye ini, para pembeli “Nintendo Switch” atau “Nintendo Switch 2” berkesempatan untuk mendapatkan hadiah berupa versi fisik (packaged version) dari game Nintendo Switch “Pokémon: Let’s Go, Pikachu!”.

Melalui berbagai inisiatif ini, The Pokémon Company (TPC) bertujuan untuk semakin mempererat hubungan dengan masyarakat Indonesia di berbagai sektor, mulai dari budaya, olahraga, hiburan, hingga konten digital.

 

foto ist 

Sebagai mitra yang senantiasa mendukung setiap proyek di Indonesia, TPC juga berkolaborasi erat dengan para pemangku kebijakan. Ke depannya, TPC berencana untuk meluncurkan berbagai proyek baru secara bertahap.