Ilustrasi kewirausahaan sosial (foto YBP)
YBP dorong penerapan prinsip Green dan Circular Economy untuk bangun usaha yang layak secara ekonomi dan berkelanjutan di tengah krisis pengangguran anak muda
JAKARTA – Yayasan Bulir Padi (YBP) meluncurkan “Program Kewirausahaan Sosial YBP” bermitra dengan Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FBIS Atma Jaya).
Program akan berlangsung dalam sepuluh sesi pembekalan pada September hingga November 2026 dan diikuti oleh 25 anak muda binaan YBP tingkat SMA/SMK/sederajat dari tiga wilayah dampingan, yaitu Palmerah (Jakarta Barat), Marunda (Jakarta Utara), dan Bidara Cina (Jakarta Timur).
Program Kewirausahaan Sosial YBP digagas dalam upaya menanggapi tantangan ketenagakerjaan anak muda di Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari komunitas prasejahtera.
Program ini mengedepankan penerapan prinsip Green Economy dan Circular Economy dalam perancangan usaha peserta, yaitu memanfaatkan sumber daya lokal secara bertanggung jawab, mengurangi limbah, memperpanjang siklus penggunaan material, serta menciptakan nilai tambah melalui inovasi yang ramah lingkungan.
Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan model usaha yang tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kewirausahaan sosial merupakan salah satu strategi paling efektif untuk membuka peluang ekonomi sekaligus menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan bagi anak muda binaan kami,” ujar Tia Sutresna, Ketua Yayasan Bulir Padi, Senin (14/9/2026).
“Melalui pendekatan social entrepreneurship, anak bina dan alumni YBP dibekali kemampuan membangun usaha yang tidak semata berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.
Program ini menggunakan pendekatan Community-Based Social Entrepreneurship di mana setiap kelompok dibentuk berdasarkan komunitas asal peserta sehingga ide usaha yang dikembangkan berangkat dari kebutuhan masyarakat, potensi lokal, sumber daya wilayah, peluang ekonomi, isu lingkungan.
Di samping itu, sebagai Yayasan yang menjunjung tinggi nilai pengembangan karakter bagi anak binanya, program ini merupakan salah satu manifestasi dari rasa kewajiban serta kesadaran atas kewarganegaraan yang mana diharapkan akan melahirkan anak muda yang berempati dan berguna bagi masyarakat.
Penerima manfaat program mengikuti rangkaian pembekalan yang disusun YBP bersama FBIS Atma Jaya, dan meliputi pengantar kewirausahaan sosial, pemetaan komunitas dan potensi wilayah, prinsip Green Economy dan Circular Economy, design thinking, penyusunan Business Model Canvas, hingga penyusunan Social Business Plan yang mencakup profil usaha, rencana pemasaran, operasional, manajemen, dan keuangan.
Rangkaian sesi ditutup dengan pitching Social Business Plan pada 28 November 2026, dengan perwakilan pemangku kepentingan komunitas dilibatkan sebagai panelis juri bersama dengan YBP, FBIS Unika Atma Jaya dan PT Lautan Luas Tbk (LTLS), yang mendanai operasional program serta seed funding untuk pemenang “Social Business Plan”.
Eurike Hadijaya, Head of Investor Relations, Corporate Communications, and ESG, PT Lautan Luas, Tbk. mengatakan pihaknya percaya generasi muda memiliki potensi besar untuk menciptakan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan di sekitarnya.
“Melalui program ini, kami ingin membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan agar mereka mampu mengembangkan usaha yang mandiri, layak secara ekonomi, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
“Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Lautan Luas untuk mendorong penerapan prinsip green economy dan circular economy sejak dini. Kami berharap para peserta tidak hanya tumbuh menjadi wirausahawan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi berkelanjutan dan turut mewujudkan semangat Bettering Your World,” imbuh Eurike.
Dalam kemitraan ini FBIS Atma Jaya berperan dalam menyusun materi pelatihan, menyediakan dosen dan praktisi sebagai pemateri, memfasilitasi diskusi interaktif, serta bertindak sebagai evaluator dalam sesi pitching dan pemberian umpan balik terhadap proposal usaha peserta.
“Kolaborasi ini merupakan kesempatan bagi kampus untuk menghadirkan ilmu kewirausahaan sosial secara langsung kepada anak muda dari komunitas prasejahtera dampingan Yayasan Bulir Padi, sekaligus mendorong keterlibatan aktif dosen sebagai pemateri dan penjurian serta mahasiswa sebagai mentor dalam pembuatan social business plan,” kata Benedicta E.P, SE., MM., Sekretaris Prodi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya.
Program Kewirausahaan Sosial menandai wujud komitmen YBP untuk memberdayakan anak muda prasejahtera
Tia Sutresna menambahkan, sampai saat ini YBP telah melayani lebih dari 1.800 penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan dimulai dari Palmerah (sejak 2002), area operasional Yayasan telah berkembang ke Bidaracina (2015), Marunda (2021), Kramat Jati (2024), dan Tangerang (2026).
“Perjalanan YBP lebih dari dua dekade ini terus tumbuh bersama komunitas yang kami layani,” pungkasnya.(rls)
