Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat menyerahkan bantuan langsung sebesar Rp510 Juta kepada Perwakilan Gereja-Gereja terdampak gempa NTT, Komunitas Masyarakat Adat, lembaga civil society, Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, Senin (7/09/2026)

JAKARTA – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyatakan komitmennya turut membersamai para penyintas gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Setelah sebelumnya pada Kamis lalu (27/8/2026), Sido Muncul telah menyalurkan bantuan uang senilai Rp400 Juta melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), kali ini bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp510 Juta diserahkan melalui Komunitas Adat di Bumi Flobamora, Perwakilan Gereja-gereja di wilayah terdampak serta kelompok masyarakat peduli pendidikan anak-anak di NTT pada Senin (7/9/2026).

Adapun bantuan tersebut diantaranya untuk keperluan medis dan juga membantu memperbaiki bangunan gereja, sekolah dan rumah adat yang rusak karena terdampak gempa.

Bantuan berupa uang tunai Rp510 Juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (HC.) Irwan Hidayat kepada Perwakilan Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Romo Antonius Nugroho Bimo Prakoso, OFM; Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak Florenza Fulgensius Surianto; Rumah Gendang Pa’ang Lembor, Associate Professor Agustinus Bandur Ph.D; Biara SSps Ruteng (Yayasan Dian Yosefa), Sr. Dorothea Siu, SSps; Posko Tanggap Darurat Keuskupan Agung Ende, Romo RD Reginald Piperno; Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere, Romo Rinto RD; Keuskupan Labuan Bajo, Romo Frans Nala, Pr; Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng, Romo Febryano Tagung; Paroki St. Antonius Padua Ri’i Keuskupan Ruteng, Romo RD Tarsisius Syukur; Caritas Keuskupan Larantuka, Romo RD Pey Hurint; dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia yang juga merupakan Komisaris Independen Sido Muncul, Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT yang diserahkan di Kantor Sido Muncul, House of Jamu di Jakarta, Senin (7/09/2026).

Irwan Hidayat menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas kejadian bencana alam gempa bumi yang menimpa masyarakat NTT.

Irwan berharap penyaluran bantuan melalui sejumlah yayasan dan keuskupan yang berada di NTT dapat mempermudah akses untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana secara langsung. 

“Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan rasa duka cita yang mendalam untuk masyarakat NTT. Kami juga mendoakan supaya semuanya segera kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti semula. Kami dari Sido Muncul akan selalu turut hadir dan membersamai para penyintas gempa. Saudara-saudara tidak perlu gelisah dan risau, NTT tidak sendiri menanggung cobaan ini. Puji Tuhan Sido Muncul berusaha mendistribusikan dan memberi bantuan untuk meringankan beban. Dan saya percaya masyarakat Indonesia dan Negara juga pasti hadir turut menolong dan membantu paska gempa,” urai Irwan kepada perwakilan penerima bantuan. 

“Nanti akan kami teruskan lagi karena proses pemulihan itu justru kebutuhannya lebih banyak, baik untuk perbaikan rumah atau kebutuhan lainnya. Kami akan terus berusaha mengirimkan bantuan dalam bentuk uang karena itu yang paling mendesak dan fleksibel bagi mereka,” imbuh Irwan.

Pihaknya akan terus berusaha mengirimkan bantuan dalam bentuk uang karena itu yang paling mendesak dan fleksibel bagi penyintas gempa. 

Filantropi nasional ini menuturkan kerusakan sekolah dan fasilitas pendidikan menjadi salah satu masalah yang memerlukan perhatian khusus. Bagaimanapun pendidikan harus terus berlangsung meski masyarakat berada dalam situasi bencana.

“Anak-anak tidak dapat menunggu sampai seluruh proses rehabilitasi selesai untuk kembali belajar. Maka bantuan kami, mudah-mudahan dapat membantu anak-anak peserta didik melanjutkan belajar agar tidak terputus dan dapat terhibur di tengah keterbatasan sarana dan prasarana pendukung serta menghilangkan trauma akibat gempa,” ujar Irwan.

Pada kesempatan itu, sulung dari 5 bersaudara generasi kedua Sido Muncul (Irwan Hidayat, Jonatha Sofjan Hidajat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat dan David Hidayat) ini juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena yang juga adalah sahabat Irwan bermain tenis lapangan.

Dia juga berterima kasih kepada dosen dan peneliti di Universitas Binus, Associate Professor Agustinus Bandur yang telah memberi informasi jejaring para penyintas gempa yang membutuhkan bantuan.

“Saya tanya kepada Pak Gubernur Melki, siapa saja yang siap dibantu. Dan bantuan kali ni juga atas rekomendasi dari Gubernur NTT serta Prof Bandur yang memberikan informasi, siapa yang perlu dibantu. Kami memberikan bantuan dalam bentuk uang agar cepat sampai dan praktis langsung bisa dipergunakan sesuai kebutuhan. Ini pertimbangannya kalau bantuan barang, kirimnya susah, butuh waktu lama dan effort terlalu besar. Kalau uang lebih mudah dan cepat dimanfaatkan,” beber Irwan. 

 Sementara itu, Fulgensius Surianto yang mewakili Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak Florenza mengapresiasi bantuan yang diberikan Sido Muncul. 

“Lembaga Florenza ini bergerak membantu anak-anak untuk mencegah putus sekolah, dan kegiatan yang telah kami buat selama ini adalah pemberian beasiswa anak-anak untuk masuk ke SMP dan SMA. Dan dengan bantuan yang kita dapatkan dari Sido Muncul, untuk saat ini yang paling mendesak adalah memperbaiki beberapa bagian bangunan sekolah yang retak dan rusak untuk sementara masih bisa difungsikan untuk kegiatan belajar anak-anak,” ungkap Fulgensius Surianto. 

Sementara itu, perwakilan dari Biara SSps Ruteng (Yayasan Dian Yosefa), Sr. Dorothea Siu, SSpS juga menyampaikan rasa terima kasih dan salam hormat kepada Direksi yang diwakili Dirut Irwan Hidayat serta keluarga besar Sido Muncul yang telah memberikan bantuan kepada para penyintas gempa di Pulau Flores ini. 

“Ada sekolah milik kami yang tidak bisa digunakan sama sekali karena rusak terdampak gempa. Sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan di halaman sekolah. Kita buat tenda. Dengan adanya bantuan ini akan digunakan untuk membangun sekolah. Pelan tapi pasti karena kami percaya Tuhan ada bersama kami dan selalu memberikan kekuatan kami untuk bangkit dan bersemangat,” ucap Suster Dorothea. 

Perwakilan Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Romo Antonius Nugroho Bimo Prakoso, OFM juga menuturkan hal yang sama atas komitmen dan dedikasi untuk kemanusiaan yang diberikan Sido Muncul.

“Kami bersyukur Tuhan beserta orang-orang baik yang ada di Sido Muncul,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan perwakilan Rumah Gendang Pa’ang Lembor, Associate Professor Agustinus Bandur.

Agustinus Bandur mengungkapkan bahwa NTT tidak sendiri dalam mengemban cobaan ini. 

“Kami sangat percaya dan yakin bahwa ujian gempa bumi di Bumi Flobamora adalah ujian kita semua agar semakin mecintai dan mendekat kepada Tuhan Yesus. Dan masyarakat Indonesia sebagai sesama anak bangsa dan Pemerintahan akan hadir dan bersama rakyat NTT untuk saling membantu. Maka kami sangat berterima kasih kepada Pak Irwan dan Sido Muncul atas atensi tinggi. Meski para penyintas gempa jauh jaraknya dari Bapak tinggal di Jakarta. Tapi hati, perasaan dan jiwa kami akan selalu dekat dengan Pak Irwan dan keluarga besar Sido Muncul,” urai Agustinus. 

Penyaluran bantuan untuk bencana gempa bumi yang terjadi di NTT bukan pertama kalinya diberikan oleh Sido Muncul. Sebelumnya, Sido Muncul juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai senilai total Rp400 Juta melalui dua lembaga, diantaranya melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) senilai Rp 300 Juta dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) senilai Rp 100 Juta. 

“Semoga Tuhan selalu memberikan jalan terang,” ujar Agustinus. 

 

Bantuan untuk Dokter Spesialis Ortopedi

Bantuan Sido Muncul juga diterima oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (Paboi) yang diwakili oleh Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT

Doktor Adib mengatakan bantuan ini sangat menolong para penyintas gempa yang mengalami luka patah tulang di beberapa anggota tubuhnya. 

Associate Prof Agustinus Bandur (Rumah Gendang Pa’ang Lembo yang diminta Gubernur Melki Laka Lena untuk membantu Sido Muncul telah menyiapkan penerima bantuan penyintas gempa NTT dari Perwakilan Masyarakat Adat dan Gereja serta ci menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dirut Irwan Hidayat atas komitmennya 

“Berdasarkan laporan di lapangan, karena banyak korban-korban yang patah tulang di hari pertama gempa maka agar secepatnya ditangani, kami langsung datangkan dokter dari Sulawesi Selatan, yang jaraknya lebih dekat. Sampai dua minggu pertama perhari ada 16 Sampai 18 dokter yang diperbantukan di 7 kabupaten di NTT,” ungkap Adib. 

Bantuan Sido Muncul juga diterima oleh para dokter spesialis ortopedi yang didatangkan dari Surabaya, Bali, NTB Jakarta dan Sulawesi Selatan.

“Mereka didatangkan dari perhimpunan dan juga dari kerja sama dengan instansi lain. Saat ini masih ada dua tim yang masih melakukan pelayanan menyisir beberapa kasus. Jumlah pasien patah tulang sudah menurun. Tapi yang perlu diperhatikan terutama di pelayanan ringan di puskesmas, tempat pengungsian. Agar tetap terjaga kesehatannya,” tutur Komisaris Independen Sido Muncul ini. 

Adapun rincian bantuan yang diserahkan Sido Muncul, diantaranya adalah Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Rumah Gendang Pa’ang Lembor, dan Biara SSps Ruteng (Yayasan Dian Yosefa) masing-masing senilai Rp 40 Juta.

Selain itu, Sido Muncul juga akan menyerahkan bantuan melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Keuskupan Agung Ende, Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere, Keuskupan Labuan Bajo, Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng, Paroki St. Antonius Padua Ri’i Keuskupan Ruteng, Caritas Keuskupan Larantuka, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia masing-masing senilai Rp 50 Juta.

Sido Muncul terus berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat yang membutuhkan. Melalui bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban yang dialami oleh korban bencana gempa bumi, serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana di wilayah yang terdampak.