Perkuat SDM Perdagangan untuk Jawab Tantangan Global (foto ist)

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, pembangunan sektor perdagangan nasional sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. 

Dalam hal ini, kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di bidang perdagangan perlu terus ditingkatkan agar dapat terus memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan perdagangan Indonesia.

Hal ini sangat penting untuk beradaptasi di tengah tantangan dan dinamika global. Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat meluncurkan “Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045” dan “Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Trade CorpU)”, di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu, (2/9/2026). 

Peluncuran tersebut turut dihadiri dan didukung Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh dan Kepala Lembaga Administrasi Negara Muhammad Taufiq.

Mendag Busan menekankan cetak biru dan Trade CorpU sebagai instrumen strategis untuk membangun kompetensi SDM perdagangan secara terarah dan berkelanjutan, sehingga dapat mendukung pembangunan nasional dan tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Dengan peluncuran cetak biru dan Trade CorpU ini, Kemendag dapat menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan perdagangan yang sesuai dengan program serta kebutuhan pemerintah untuk terus meningkatkan sektor perdagangan. 

“Kebijakan perdagangan akan berjalan dengan baik apabila didukung ASN yang kompeten dan kredibel. Oleh karena itu, kita harus memiliki SDM perdagangan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan,” ujar Mendag Busan.

Cetak biru ini memuat delapan agenda strategis, yaitu kerangka kompetensi perdagangan, arsitektur pembelajaran perdagangan, ekosistem pembelajaran digital, sertifikasi dan kredensial, infrastruktur pembelajaran dan sertifikasi perdagangan yang inklusif, kemitraan dan inovasi,modernisasi organisasi dan Human Capital Excellence, serta pembinaan dan tata kelola SDM aparatur perdagangan. Trade CorpU adalah salah satu bentuk implementasinya.

Mendag Busan menekankan, pengembangan SDM melalui Trade CorpU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tiga program utama Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. 

“Trade CorpU menjadi satu paket dengan program prioritas Kemendag. Persiapan dari hulu ke hilir juga berarti mempersiapkan SDM perdagangan,” kata Mendag Busan.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, mengapresiasi peluncuran cetak biru dan Trade CorpU. 

Menurutnya, kedua instrumen tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan ASN perdagangan yang adaptif dan siap menghadapi perubahan global di masa depan (future ready). 

Cetak biru memberikan arah mengenai kompetensi dan kapabilitas SDM yang dibutuhkan, sementara Trade CorpU menjadi instrumen untuk mewujudkan kebutuhan tersebut melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi.

“Cetak biru akan memberikan arah pengembangan kompetensi dan kapabilitas SDM yang kita perlukan, sementara Trade CorpU akan mewujudkan hal itu,” jelas Rini.