JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat aspek keselamatan transportasi penyeberangan melalui Sosialisasi Kepatuhan Pengisian Data Manifest untuk Keselamatan Penyeberangan, yang digelar pada Selasa (1/9) di The Grand Platinum Hotel, Jakarta.
Forum ini menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan data manifest penumpang dan kendaraan tercatat secara akurat, lengkap, dan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera, asosiasi operator ferry, asosiasi transportasi dan logistik, travel agent, sales channel, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), jajaran Direksi ASDP, serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.
Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan bahwa pengelolaan data manifest merupakan bagian dari ekosistem keselamatan yang membutuhkan peran dan tanggung jawab bersama.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano menyampaikan bahwa manifest tidak semata-mata merupakan dokumen administratif keberangkatan, tetapi memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan, keamanan, perlindungan pengguna jasa, serta akuntabilitas penyelenggaraan layanan penyeberangan.
Karena itu, setiap data yang tercantum dalam manifest harus dapat menggambarkan kondisi aktual penumpang dan kendaraan yang berada di atas kapal.
“Manifest bukan hanya menjadi tanggung jawab ASDP atau operator kapal. Manifest merupakan bagian dari keseluruhan proses perjalanan yang melibatkan banyak pihak. Prinsip yang perlu kita jaga bersama adalah apa yang tercatat harus sama dengan yang berlayar. Dengan demikian, akurasi data manifest menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan perjalanan yang aman dan selamat,” ujar Yossi.
