Keterangan foto (kiri-kanan) : Alvin Choo Chief Financial Officer Gallant Venture Ltd ; Gianto Gunara Chief Operating Officer Gallant Venture Ltd ; Ricky Hartono Direktur PT Arkora Hydro Tbk dan Sean Lawlor Direktur PT Endorshine Energi Matahari (foto ist)

 

JAKARTA – Setelah melakukan akuisisi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik PT Endorshine Energy Solutions, kini PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melanjutkan penambahan ekspansi di sektor energi surya berupa pembangunan tiga proyek PLTS baru yang berlokasi di kota yang sama.

Kali ini, ekspansi diperoleh melalui perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (“BIC”), PT Bintan Inti Industrial Estate (“BIIE”), dan PT Bintan Resort Cakrawala (“BRC”).

Transaksi ini dilakukan melalui PT Endorshine Energi Matahari (“EEM”), anak usaha ARKO yang fokus untuk proyek PLTS. 

Ketiga proyek ini akan menjadi proyek PLTS ketiga, keempat, dan kelima milik ARKO, dengan total kapasitas 34 MWp yang dilengkapi dengan 28,3 MWh Battery Energy Storage System (BESS). 

Kehadiran BESS pada ketiga proyek ini menjadi elemen pembeda utama dibandingkan portofolio PLTS ARKO sebelumnya.

BESS memungkinkan energi surya yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan didistribusikan sesuai kebutuhan, termasuk pada malam hari atau saat cuaca mendung, sehingga pasokan listrik tetap stabil dan andal sepanjang waktu. 

Setelah proyek PLTS pertama dan kedua Perseroan, perjanjian operational lease ini semakin menggarisbawahi babak baru bagi Perseroan karena Perseroan nantinya akan turut membangun proyek dari awal sekaligus untuk pertama kalinya mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi (BESS). 

Hal ini menegaskan langkah Perseroan dalam berinovasi pada teknologi energi baru terbarukan (EBT) yang lebih mutakhir.

Dengan perjanjian baru ini, Perseroan kini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW yang terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (62,8 MW) dan 5 proyek pembangkit listrik tenaga surya (55,3 MWp) yang didalamnya terdapat 3 proyek PLTS yang disertai dengan BESS 28,3 MWh.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, Perseroan masih memiliki total kapasitas yang ada di dalam pipeline lebih dari 300 MW, menegaskan peluang ekspansi lebih lanjut di sektor EBT dan mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target transisi energi serta Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Direktur Perseroan, Ricky Hartono, menyampaikan bahwa proyek PLTS yang akan berdiri di BIC, BIIE, dan BRC merupakan wujud nyata komitmen Perseroan untuk terus berinovasi dalam menghadirkan solusi energi bersih yang andal. 

“Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

“Ini juga merupakan upaya kami dalam memaksimalkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh mitra kami. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh, baik secara organik maupun anorganik, sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan dan mendukung percepatan transisi energi nasional,” jelas Ricky.