Pembukaan Paviliun Indonesia pada ajang World of Coffee (WoC) 2026. Mengusung tema “Indonesia: Home of the Finest Coffee”, Paviliun Indonesia dirancang sebagai ruang eksperimen dengan pendekatan yang menghubungkan antar individu. (foto ist)

San Diego – Citra harum kopi Nusantara di pasar internasional kembali tercium melalui kehadiran Paviliun Indonesia pada ajang World of Coffee (WoC) 2026. Pameran ini berlangsung di San Diego Convention Center, San Diego, Amerika Serikat (AS), pada 10–12 April 2026. 

Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 34,7 juta atau setara Rp593,3 miliar.

“Selama tiga hari pameran, Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 34,7 juta yang mencakup biji kopi mentah (green beans), kopi sangrai (roasted coffee), serta produk turunan kopi lainnya,” ujar Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi.

“Capaian ini belum termasuk berbagai penjajakan dari permintaan informasi (business inquiries) yang berpotensi berkembang menjadi kontrak dagang dalam beberapa bulan kedepan,” imbuhnya.

Ranitya menyebut, keikutsertaan Indonesia pada salah satu pameran kopi terbesar di dunia ini menjadi upaya memperluas akses pasar dan memperkuat posisi kopi Indonesia di pasar AS.

Indonesia juga dapat memperkenalkan keragaman asal usul (origin) biji kopi, kualitas tinggi biji kopi, serta komitmen industri kopi Indonesia terhadap praktik produksi yang berkelanjutan.

Mengusung tema “Indonesia: Home of the Finest Coffee”, Paviliun Indonesia dirancang sebagai ruang eksperimen dengan pendekatan yang menghubungkan antar individu. 

Konsep ini menampilkan area coffee cupping, etalase produk terkurasi, materi promosi berbasis cerita (storytelling) yang menonjolkan peran petani dan keragaman origin kopi Indonesia, serta area pertemuan bisnis dan berjejaring.

“Tema dan konsep Paviliun Indonesia merepresentasikan keunggulan Indonesiamelalui keragaman varietas, ekosistem, dan profil cita rasa kopi dari berbagai daerah. Tema ini sekaligus menegaskan komitmen terhadap aspek keberlanjutan dan keterlacakan produk,” tambah Ranitya.

Sebanyak 12 peserta pameran memamerkan produk dan layanan unggulan mereka di Paviliun Indonesia. Para peserta terdiri atas petani dan koperasi, eksportir, agregator, hingga pemilik kafe dan penyangrai (roaster). 

Di Paviliun Indonesia, kelompok Indonesian House of Beans (IHOB), Sulotco, Gravfarm Indonesia, Muniru Coffee, SCAI, Sundanika, Beaneka Coffee, Q.Co, Javanese Coffee, Kela Coffee, Distira, dan APP-Charta Global.

Sementara itu, produk yang ditampilkan meliputi biji kopi mentah seperti Gayo, Mandheling, Lintong, Java Preanger, Java Estate, Toraja, Kintamani, dan Flores Bajawa dari berbagai daerah penghasil kopi unggulan Indonesia. 

Selain itu, peserta juga memamerkan biji kopi sangrai, specialty blends, dan coffee capsule. Juga dipamerkan berbagai produk pendukung industri kopi seperti gula aren dan gelas kertas untuk industri kafe dan ritel kopi.

Keikutsertaan Indonesia pada World of Coffee 2026 juga menghasilkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Latte Art Competition, barista Indonesia Joost Rolland berhasil menempati peringkat ketujuh dari 33 peserta internasional. 

“Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia tidak hanya sebagai produsen kopi berkualitas, tetapi juga sebagai bagian penting dari budaya dan industri kopi global,” ujar Ranitya.