foto IPC TPK 

BANDAR LAMPUNG – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Panjang menerima kedatangan kapal MV MSC Polonia III dengan muatan peti kemas kosong (empty container) terbesar sepanjang tahun 2026. 

Kehadiran kapal ini menjadi momentum penting dalam mendukung kelancaran arus logistik, khususnya untuk kebutuhan ekspor dan impor di wilayah Sumatera.

Dalam kegiatan bongkar muat, kapal ini mencatatkan total 2.318 box (2.470 TEUs). Aktivitas bongkar didominasi oleh peti kemas kosong sebanyak 1.772 box (1.787 TEUs), serta 124 box full (228 TEUs). Sementara itu, kegiatan muat tercatat sebanyak 422 box full (455 TEUs).

Masuknya sekitar 1.700 lebih empty container ini terjadi di tengah kondisi industri logistik yang saat ini menghadapi ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan kontainer. 

Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan ekspor tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan kontainer kosong, yang berdampak pada tertundanya pengiriman serta kenaikan biaya logistik.

Kedatangan kapal ini menjadi tambahan pasokan yang signifikan, sekaligus membantu mempercepat pengiriman ekspor yang sebelumnya tertahan (backlog), serta menjadi bentuk intervensi langsung terhadap ketidakseimbangan supply-demand kontainer.

“Kehadiran kontainer kosong dalam jumlah besar ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pelaku usaha, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas ekspor dari wilayah Sumatera,” ujar Anang Subagyono, Manager Area IPC TPK Panjang, Rabu (6/5/2026).

Ketersediaan kontainer kosong menjadi faktor krusial. Kehadiran kapal dengan muatan empty container dalam jumlah besar tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga berperan sebagai enabler ekspor, yang memastikan kelancaran distribusi barang ke pasar global.

Lebih lanjut, penempatan kontainer kosong dalam jumlah besar di IPC TPK Panjang juga menjadi indikasi meningkatnya permintaan pasar (market signal). Shipping line umumnya menempatkan kontainer di wilayah dengan potensi ekspor tinggi, sehingga hal ini mencerminkan optimisme terhadap aktivitas perdagangan di kawasan Sumatera.