Dwi Rahmad Toto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Tanjung Priok (kiri) bersama Branch Manager PTP Cabang Tanjung Priok Budi Utoyo (kanan) memastikan layanan PTP Cabang Tanjung Priok Berjalan dengan Lancar, pada Rabu, (29/4). foto ist
JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), bagian dari Pelindo Group dan anak usaha PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus memperkuat perannya sebagai operator terminal multipurpose dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional.
Hal ini ditunjukkan melalui berbagai pengembangan layanan, transformasi digital, serta peningkatan kinerja operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan.
Sebagai operator terminal multipurpose pertama di Indonesia, PTP Nonpetikemas memiliki pengalaman dalam menangani beragam jenis kargo, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo.
Operasional perusahaan saat ini tersebar di 11 cabang pelabuhan di seluruh Indonesia yang menjadi simpul penting dalam rantai pasok nasional.
Komitmen terhadap transformasi digital diwujudkan melalui implementasi PTOS-M, sistem layanan terminal berbasis end-to-end process yang mengintegrasikan perencanaan, operasional, hingga sistem pembayaran secara host-to-host dengan perbankan serta sistem kepabeanan.
Inovasi ini mendorong peningkatan efisiensi, transparansi, dan kecepatan layanan di pelabuhan.
Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha sekaligus Plt Direktur Operasi PTP Nonpetikemas, Dwi Rahmat Toto, menyampaikan bahwa transformasi yang dilakukan perusahaan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing layanan pelabuhan.
“PTP Nonpetikemas terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. Transformasi digital dan penguatan operasional menjadi kunci dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Pada Triwulan I 2026, total throughput nonpetikemas yang meliputi general cargo, curah kering, curah cair, dan bag cargo tercatat sebesar 12,84 juta ton, menunjukkan kinerja yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik nasional.
