Kegiatan GoZero% Eco-Deep Dive di PLTSA Benowo (foto ist)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar GoZero% Grand Champion Innovation Festival pada 2–3 Maret 2026 di Telkom Landmark Tower, Surabaya. 

Program ini menjadi ajang kompetisi inovasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang melibatkan karyawan Telkom dari berbagai regional untuk menghadirkan solusi pengelolaan limbah operasional yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan.

Direktur Digital Collaboration for Sustainability (DCS), Dr. Runik Machfiroh, menilai GoZero% menjadi program penting dalam mendorong komitmen keberlanjutan perusahaan melalui keterlibatan karyawan. 

“Program ini tidak hanya meningkatkan awareness, tetapi juga mendorong tindakan nyata dari karyawan terhadap isu keberlanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menegaskan pentingnya pembelajaran yang berkelanjutan melalui kegiatan ini. 

“Salah satu objective dari Eco-Deep Dive ini adalah agar ilmu dan pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dibawa kembali dan diimplementasikan di masing-masing regional,” ujar Gunawan.

Pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke PLTSA Benowo yang dikelola oleh PT Sumber Organik (PTSO). 

Fasilitas ini memproses sekitar 1.600 ton sampah per hari atau hampir 70% timbulan sampah Kota Surabaya. Dalam operasionalnya, PLTSA Benowo menggunakan teknologi Fermentasi Gas (Landfil Gas Power Plant) berkapasitas 1,65–2 MW serta Thermochemical (Gasifikasi Power Plant) berkapasitas 9 MW, sehingga total menghasilkan 11 MW listrik. 

Energi tersebut setara dengan kebutuhan sekitar 11.000 rumah tangga dan disalurkan ke jaringan listrik nasional yang dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam sesi Eco-Deep Dive di PLTSA Benowo, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai proses pengolahan sampah menjadi energi. 

Manager Operasional PLTSA Benowo, M. Ali Asyar, menjelaskan bahwa sampah yang dikelola di fasilitas tersebut dapat diolah menjadi air layak pakai, energi listrik, hingga kompos. 

“Karakteristik sampah rumah tangga kita justru sangat baik untuk diolah menjadi energi,” jelasnya.