Program ini akan diikuti 30 karyawan dari berbagai unit bisnis yang menjalani pelatihan intensif selama enam bulan dengan dukungan tenaga profesional. (foto PTP Nonpetikemas)
JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) resmi meluncurkan Program HATMA (seHAT bersaMA) sebagai bagian dari upaya strategis perusahaan dalam menciptakan budayq lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini mengusung tagline “Bangun Kebiasaan Sehat, Ciptakan Kinerja Hebat.”
Program HATMA berawal dari ide inovasi karyawan yang dikembangkan menjadi strategi pengelolaan SDM perusahaan. Fokusnya adalah intervensi langsung terhadap pola hidup pekerja melalui pendekatan gizi, olahraga, dan kesehatan mental.
Program ini akan diikuti 30 karyawan dari berbagai unit bisnis yang menjalani pelatihan intensif selama enam bulan dengan dukungan tenaga profesional.
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menegaskan pentingnya pengembangan SDM secara holistik. Menurutnya, aspek teknis pekerjaan saja tidak cukup untuk membentuk SDM unggul, melainkan harus dibarengi dengan kesehatan fisik dan mental yang prima.
“Kami percaya bahwa penguatan kebugaran dan potensi karyawan melalui program HATMA akan memperkokoh daya saing PTP Nonpetikemas,” ujarnya, (25/8).
“Dengan SDM yang andal dan bugar, kami optimistis dapat terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” imbuh Indra.
Selama program berlangsung, para peserta akan mendapatkan paket pelatihan yang komprehensif.
Mulai dari konsultasi gizi secara intensif melalui grup WhatsApp dan sesi tatap muka dengan ahli gizi, penyusunan meal plan yang dipersonalisasi, hingga olahraga rutin dua kali seminggu bersama pelatih pribadi di kantor. Mereka juga mendapat akses ke Mufit Gym satu kali seminggu.
Tak hanya fokus pada fisik, program ini juga memberikan dukungan terhadap kesehatan mental. Peserta akan menjalani sesi konsultasi dengan psikolog, pelatihan ketahanan mental, serta praktik mindfulness untuk menunjang kinerja harian.
“Selain itu, peserta juga akan dipantau secara berkala melalui pemeriksaan komposisi tubuh (Body Composition Measurement/BCM) sebanyak tujuh kali selama program,” pungkasnya.
