foto ASDP 

 

Sorong – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkokoh perannya dalam menghubungkan wilayah-wilayah Nusantara, termasuk kawasan timur Indonesia. 

Di Papua Barat Daya, ASDP mengoperasikan 4 kapal yang berada di Pelabuhan Klademak Kota Sorong dan Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong sebagai simpul utama layanan penyeberangan, yang tidak hanya menopang kebutuhan transportasi masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), tetapi juga menjadi pintu gerbang bagi wisatawan menuju surga dunia, yaitu Raja Ampat.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menjelaskan bahwa kehadiran ASDP di Sorong merupakan wujud nyata komitmen untuk membangun konektivitas yang adil dan merata. 

“Kami hadir di seluruh pelosok Indonesia, termasuk Papua, untuk memperkuat ekosistem transportasi nasional sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dan wisatawan menuju wilayah 3T,” ujarnya, Minggu (27/4).

Pelabuhan Klademak kota Sorong dan Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong melayani berbagai lintasan strategis yang menghubungkan titik-titik penting di Papua Barat Daya dan sekitarnya yaitu sebanyak 17 lintasan.

ASDP melayani lintasan Sorong–Waisai/Waigeo untuk mengantar wisatawan dan masyarakat dari kota Sorong menuju Pulau Waisai/Waigeo yang merupakan salah satu pulau utama di Raja Ampat sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat. 

Selain itu, ASDP juga melayani rute Sorong–Babo, Babo–Bintuni, Sorong-Fakfak, Fakfak-Wahai, yang menjadi akses vital ke provinsi Papua Barat maupun Maluku Tengah. 

Lintasan lain yang tak kalah penting adalah Sorong–Arefi–Pam, serta Sorong–Wejim–Kofiau dan Sorong–Folley yang melayani jalur ke gugusan pulau-pulau kecil nan eksotis di sekitarnya.

Berbagai lintasan ini dioperasikan menggunakan armada kapal andalan ASDP, antara lain KMP Terubuk I, KMP Kurisi, KMP Arar dan KMP Kalabia. 

Tidak hanya melayani penumpang, ASDP Sorong juga menangani pergerakan kendaraan dan logistik.