foto ASDP
JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan 84 armada keperintisan yang melayani 208 lintasan penyeberangan. Hal itu akan mendukung pemerataan pembangunan di Indonesia melalui penguatan konektivitas transportasi, khususnya ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
“Ini merupakan langkah strategis kami untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah yang terisolasi dan mendukung terciptanya peluang ekonomi baru,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, Minggu (8/12/2024).
Pengoperasian armada perintis ini mencakup berbagai jenis kapal, termasuk 78 kapal ferry, 5 bus air, dan 1 kapal khusus ternak.
“Layanan ini bukan hanya transportasi, melainkan juga alat untuk memperbaiki distribusi logistik dan menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan di wilayah terpencil,” ujar Heru.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa 208 lintasan tersebut mencakup 204 rute reguler dan 4 lintasan khusus angkutan ternak.
“Adapun nilai kontrak subsidi perintis tahun 2024 senilai total Rp 425,9 miliar untuk layanan penyeberangan perintis, angkutan khusus ternak, dan angkutan tol laut feeder,” ujarnya.
