Pengguna mobil dan motor listrik melakukan charging atau pengisian daya kendaraan di One Stop EV Charging Station di Jalan Surapati, Kota Bandung, Jawa Barat. (foto PLN)
BANDUNG – PT PLN (Persero) memperkuat komitmen dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan memperbanyak infrastruktur pendukung berupa EV Charging Station.
Terbaru, PLN telah meresmikan One Stop EV Charging Station di Jalan Surapati No.36, Bandung pada Sabtu lalu (2/11). Hadirnya infrastruktur pengisian daya ini sekaligus mendukung green tourism di Kota Bandung.
One Stop EV Charging Station merupakan infrastruktur pengisian daya terpusat yang mendukung semua jenis EV dari roda dua sampai roda empat.
Pada lokasi ini, PLN menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mobil listrik dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum R2 (SPKLU R2) untuk motor listrik.
Melalui One Stop EV Charging Station ini, PLN menyediakan 5 unit EV Chager baik Ultra Fast Charging maupun Medium Charging dan 1 unit SPBKLU yang dapat menukar 5 baterai, serta 6 titik stop kontak di SPKLU R2.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, sejalan dengan target Pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik, PLN terus memperkuat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di berbagai daerah.
Dengan semakin masifnya minat masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, maka kehadiran infrastruktur pendukung menjadi sangat krusial.
“Kami ingin memastikan agar masyarakat tidak ragu beralih menggunakan kendaraan listrik, PLN senantiasa menghadirkan dukungan penuh dan andal dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tanah air,” ujar Darmawan.
Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto yang hadir meresmikan One Stop EV Charging Station mengatakan PLN berkomitmen mendukung penuh upaya Pemerintah mencapai Net Zero Emissions (NZE) 2060.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan untuk mengendalikan pencemaran udara dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ujarnya.
