Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo menyaksikan Deklarasi Forum Kolaborasi Pemuda untuk Pengurangan Risiko Bencana yang dilakukan 18 K/L di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Jumat (4/10/2024). foto indopoatrust

 

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo meminta Deklarasi Forum Kolaborasi Pemuda untuk Pengurangan Risiko Bencana, tidak boleh berhenti sebagai dokumen semata. 

Namun program- yang bahasa kerennya Collab Rangers tersebut- yang melibatkan semua pemangku kepentingan harus terus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Menpora Dito usai menyaksikan penandatanganan deklarasi yang dilakukan 18 kementerian/lembaga termasuk Kemenpora, di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumlah (4/10/2024).

Deklarasi ini dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor untuk Pelayanan Kepemudaan. 

“Forum kolaborasi ini harus menjangkau pemuda, memastikan bahwa mereka mendapatkan peran yang layak dan relevan dalam setiap program yang dijalankan,” ujar Menpora Dito.

Menpora Dito menyatakan pihaknya akan terus berkomitmen dalam mengembangkan kerja sama dalam berbagai sektor.

“Tak hanya dalam konteks pengurangan risiko bencana, tapi juga dalam pembangunan kepemudaan. Kami ingin memastikan bahwa program pemerintah yang melibatkan pemuda bisa berjalan dengan baik. Pemuda kita harus produktif, terampil, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” jelas Menpora Dito.

Ia berharap program collab rangers bisa menjadi momentum untuk membangun generasi muda tangguh dan berdaya saing yang siap menyambut Indonesia Emas 2045. 

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai tonggak awal perubahan besar. Dengan semangat kolaborasi, kita akan membangun generasi pemuda yang tangguh, maju, dan berdaya saing, yang siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas,” ujar Menpora Dito. 

Forum yang digelar pada 2-5 Oktober ini membahas berbagai isu diantaranya adalah membangun ketahanan ekonomi masyarakat dalam konteks pengurangan risiko bencana. Kemudian meningkatkan popularitas isu pengurangan risiko bencana. 

Lalu pertemuan tersebut juga berdiskusi mengenai edukasi pengurangan risiko bencana di wilayah 3T. Serta membahas perancangan panduan peran, partisipasi, dan perlindungan pemuda dalam penanganan bencana Indonesia. 

“Inilah saatnya bagi kita untuk mengambil peran utama dalam membangun masyarakat tangguh bencana. Forum ini memberikan ruang bagi kita untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, saling belajar, dan menguatkan satu sama lain,” terang Menpora Dito.

 

Lebih lanjut, Menpora Dito mengatakan, kegiatan ini juga sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) pada sektor kepemimpinan dan partisipasi.

“Collab Rangers menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko bencana dengan berbagai pelatihan yang dilakukan,” pungkasnya.