foto SCI 

JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) menegaskan bahwa peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 perlu diimbangi dengan penguatan ketahanan rantai pasok, peningkatan efisiensi logistik, serta percepatan transformasi bisnis. 

Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan strategis dari Indonesia Economic Outlook (IEO) 2027 pada 6–8 Oktober 2026 yang dilanjutkan dengan penyelenggaraan Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026.

Pertumbuhan ekonomi harus didukung kesiapan rantai pasok dan kapasitas logistik yang memadai. Keputusan investasi pada 2027 perlu didasarkan pada kebutuhan pasar, kelayakan finansial, kesiapan operasional, serta kemampuan eksekusi agar pertumbuhan dapat diwujudkan secara efisien dan berkelanjutan.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menilai bahwa prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 perlu didukung penguatan ketahanan rantai pasok dan peningkatan efisiensi logistik. 

“Fragmentasi ekonomi global, dinamika geopolitik, volatilitas harga energi, serta perubahan permintaan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi pemerintah dan dunia usaha,” ujarnya.

“SCI memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 7,69% pada 2027, dengan nilai PDB mencapai Rp1.713,24 triliun. Proyeksi tersebut menunjukkan peluang pertumbuhan sektor logistik sekaligus pentingnya kesiapan kapasitas, konektivitas, dan layanan untuk mendukung kebutuhan industri,” imbuh Setijadi.

Pada kesempatan itu, Direktur Transformasi & Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional membutuhkan transformasi perusahaan yang berkelanjutan.

Pertamina terus melakukan penyederhanaan struktur organisasi dan bisnis (streamlining) untuk membangun perusahaan yang lebih ramping, lincah, dan efisien dalam menghadapi dinamika serta ketidakpastian global.

Dengan 257 perusahaan dalam grupnya, yang disebut setara dengan sekitar 25 persen dari keseluruhan perusahaan BUMN, Pertamina menargetkan streamlining terhadap 115 perusahaan. 

Hingga kuartal III 2026, proses tersebut telah dilakukan terhadap 40 perusahaan sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi bisnis, meningkatkan efektivitas pengelolaan, dan mengoptimalkan kinerja perusahaan.

Melalui transformasi ini, Pertamina berupaya membangun organisasi yang lebih sederhana, adaptif, dan kompetitif. Penyederhanaan struktur perusahaan diharapkan dapat mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemampuan Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia Logistics Awards 2026

Rangkaian IEO 2027 ditutup dengan penyelenggaraan Indonesia Logistics Awards (ILA) 2026 yang memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan, inovasi, kontribusi, dan keunggulan perusahaan serta institusi dalam pengembangan sektor logistik nasional.

Pada kategori umum, penghargaan diberikan kepada Siba Surya, LINC, Cipta Krida Bahari, New Priok Container Terminal One (NPCT1), Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC), Masaji Tatanan Kontainer Indonesia, Meratus Line, SiCepat Ekspres Indonesia, Power Commerce Asia, Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Mohamad Feriadi Soeprapto sebagai CEO of the Year.

Sementara itu, penghargaan kategori khusus diberikan kepada BSA Logistics, ASDP Indonesia Ferry, Multi Terminal Indonesia, Slimstock Indonesia, Forwarder.ai, Karura Freight Forwarding & Logistics, Terminal Teluk Lamong, Pelni Services, dan BGR Logistik Indonesia.

Penerima kategori khusus lainnya adalah Siba Surya, Cibitung Tanjung Priok Port Tollways, SPX Express, Wahana DGPack, CJ Logistics Services Indonesia, Ceva Logistics Indonesia, dan Inter Continental Logistic.

Setijadi menegaskan bahwa ILA tidak hanya memberikan penghargaan atas pencapaian terbaik industri logistik. Tetapi juga menjadi simbol keunggulan yang menginspirasi inovasi, transformasi, dan peningkatan daya saing logistik nasional. (rls/dai)