foto ist
DUBAI – Produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia berhasil menarik perhatian pengunjung pameran Beautyworld Dubai 2026. Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia mencatatkan potensi transaksi USD 2,23 juta atau sekitar Rp39,8 miliar.
Beautyworld Dubai 2026 berlangsung pada 6—8 Oktober 2026 di Sheikh Saeed Hall 3 Dubai World Trade Center, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, menanggapi positif capaian Indonesia dalam pameran tersebut.
Menurutnya, Beautyworld Dubai 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan kualitas produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia ke pasar global.
Promosi di Dubai menjadi upaya Indonesia untuk membuka pintu gerbang pasar kosmetik premium global.
“Kehadiran Paviliun Indonesia di ajang Beautyworld Dubai 2026 merupakan langkah strategis,mengingat Dubai merupakan pusat industri kecantikan global dengan tingkat pengeluaran per kapita tertinggi di dunia,” ujarnya.
“Partisipasi Indonesia ini bertujuan memperkuat citra produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia sekaligus mengirimkan pesan bahwa Indonesia siap bersaing dengan standar dan tren pasar global,” imbuh Puntodewi.
Paviliun Indonesia seluas 45 meter persegi pada pameran ini merupakan inisiatif Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai dengan dukungan penuh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.
Menghadirkan enam perusahaan produk kecantikan, Paviliun Indonesia diresmikan oleh Duta Besar RI Abu Dhabi, Judha Nugraha.
Dubes Judha menilai, Dubai memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan internasional yang membuka peluang bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar global.
Dubai menjadi pusat perdagangan, pariwisata, dan investasi dunia berkat iklim usaha yang kondusif, keterbukaan terhadap produk impor, serta perannya dalam kegiatan reekspor.
“Berbagai pameran internasional di Dubai menarik pengunjung dari kawasan Timur Tengah hingga berbagai belahan dunia. Selain itu, kebijakan kepemilikan asing 100 persen memudahkan investor, termasuk dari Indonesia, untuk mendirikan perusahaan di UEA sekaligus mendorong persaingan usaha yang semakin kompetitif,” kata Dubes Judha.
Keenam perusahaan yang dinaungi Paviliun Indonesia, yaitu PT Sensatia Botanics, PT Bintang Mas Triyasa, BPT Aroma Prima Livindo, PT Mirael Global Manggala, PT Sumber Kosmetika Indah, dan PT Sadewi Ardhi Natha.
Kehadiran keenam perusahaan ini mencerminkan kekayaan dan keragaman produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia dengan keunikan masing-masing yang siap bersaing di pasar internasional.
Kepala ITPC Dubai, Widy Haryono, menjelaskan, peluang ekspor produk kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia ke UEA semakin terbuka lebar seiring turunnya tarif masuk ke UEA secara bertahap melalui implementasi Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) hingga menjadi nol persen pada 2027.
Widy menekankan, kekuatan sertifikasi halal Indonesia turut menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing produk perawatan tubuh di kawasan Teluk.
“Potensi pasar UEA dan kawasan Teluk semakin menjanjikan berkat berlakunya perjanjian I-UAE CEPA yang menurunkan tarif masuk produk kosmetik secara bertahap hingga 0 persen pada 2027,” ujarnya.
“Pengakuan internasional terhadap sertifikasi halal Indonesia serta kewajiban sertifikasi halal produk kosmetik pada 2026 juga turut menjadi kunci utama penunjang keberhasilan ekspor kita. Produsen Indonesia perlu menggabungkan strategi kepatuhan regulasi hingga pemasaran digital agar dapat memenangkan persaingan global,” pungkas Widy.
