foto ist 

TELUK DALAM – Harapan masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan Nias Selatan untuk mendapatkan konektivitas transportasi yang lebih baik semakin dekat untuk diwujudkan.

Setelah sempat tertunda, KMP Hafamati HF kembali dipersiapkan untuk hadir melayani masyarakat melalui layanan angkutan penyeberangan perintis.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menargetkan layanan tersebut mulai beroperasi pada bulan Oktober 2026.

KMP Hafamati akan melayani konektivitas Pulau Tello–Lasondre–Saeru–Lumbui Melayu, dengan total jarak lintasan sekitar 39 mil. Rangkaian lintasan tersebut diharapkan dapat memperkuat mobilitas masyarakat antarpulau sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah yang dilayani. 

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba Ellenor Piri mengatakan, bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan 3T, konektivitas memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar sarana perjalanan. 

“Bagi masyarakat kepulauan, layanan penyeberangan sangat vital dalam menghubungkan masyarakat dengan keluarga, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, layanan kesehatan, hingga pusat-pusat perekonomian,” ujar Ellen, usai Penandatanganan Addendum PKS Pengoperasian KMP Hafamati HF, di Nias Selatan, Jumat (25/6).

“Karena itu, kami ingin kehadiran KMP Hafamati nantinya benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah yang dilayani,” imbuhnya.

Ia menegaskan, ASDP bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan terus mempersiapkan pengoperasian KMP Hafamati agar layanan dapat segera hadir dengan mengedepankan aspek safety, service, dan security. 

Kapal dengan tipe Ro-Ro Passenger Boat dan Gross Tonnage (GT) 30 ini memiliki kapasitas hingga 40 penumpang serta dapat mengangkut hingga 10 unit sepeda motor.

Dengan kecepatan dinas mencapai 10 knot, KMP Hafamati HF diharapkan dapat menjadi salah satu sarana transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat antarpulau di wilayah Nias Selatan.

Untuk periode layanan tahun 2026, pengoperasian KMP Hafamati HF direncanakan berlangsung selama 92 hari dengan rencana 80 trip pada masing-masing lintasan, yakni Pulau Tello–Lasondre, Lasondre–Saeru, dan Saeru–Lumbui Melayu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nias Selatan Damai Omega menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menyambut baik persiapan pengoperasian KMP Hafamati.

“Kami berharap KMP Hafamati dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Konektivitas antarpulau merupakan kebutuhan penting bagi Nias Selatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang akses transportasinya sangat bergantung pada angkutan laut,” ujar Damai.