Dirut Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp300 Juta kepada masyarakat terdampak bencana gempa NTT melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diterima Kepala BPOM Prof. dr. Ikrar Taruna dan bantuan Rp100 Juta diserahkan via Kementerian PPPA
Gempa bumi Magnitude (M) 7,7 yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08/2026) lalu membuat sedih dan prihatin Direktur Utama Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat.
Pasalnya antara Irwan Hidayat dan NTT serasa memiliki ikatan emosional yang kuat. Ini karena dalam beberapa kesempatan Irwan Hidayat dan manajemen Sido Muncul bahkan bersama istri tercinta, Shinta Hidayat juga mengunjungi Bumi Flobamora.
Di NTT, Irwan dan Sido Muncul sering melakukan bakti sosial berupa operasi katarak, sumbing bibir dan langit-langit secara cuma-cuma serta bantuan lainnya.
Bahkan Irwan tercatat sebagai inisiator sekaligus kreator pembuatan Iklan TVC Kuku Bima Sido Muncul yang turut mengkampanyekan dan mempromosikan pariwisata Pulau Komodo dan Labuan Bajo hingga akhirnya bisa dikenal dan menjadi salah satu destinasi favorit tujuan wisman dan wisnus.
Lalu saat mendengar dan melihat tayangan televisi maupun berita di platform digital maupun medsos terkait gempa NTT, kontan Irwan bersama tim Sido Muncul bergerak cepat memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada penyintas gempa.
Pada kesempatan itu, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk telah memberikan bantuan senilai Rp400 Juta kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi yang terjadi di NTT pada Sabtu 22 Agustus 2026 lalu.
Bantuan diserahkan langsung oleh Dr (HC) Irwan Hidayat, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diterima Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar sebesar Rp300 Juta.
Sementara bantuan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) diterima langsung oleh Staf Ahli Menteri PPPA, Indra Gunawan; Inspektur Fakih Usman dan Asisten Deputi (Asdep) Susanti sebesar Rp100 Juta. Sehingga total bantuan Sido Muncul untuk gempa NTT sebesar Rp400 Juta.

Dirut Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp100 Juta kepada masyarakat penyintas bencana gempa NTT via Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) diterima langsung oleh jajaran eselon 1 KPPPA (Foto ist)
Irwan mengatakan, bantuan tersebut menjadi langkah awal Sido Muncul untuk turut meringankan beban masyarakat di NTT dan sekaligus sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan para penyintas di wilayah terdampak bencana dengan memanfaatkan bantuan uang yang bisa dibelanjakan untuk kebutuhan mereka yang mendesak.
“Kami telah membantu dan turut meringankan beban saudara-saudara kita di NTT melalui BPOM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak” ujar Irwan kepada media usai menyerahkan bantuan secara simbolis di Kantor BPOM di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Irwan menyebutkan bahwa bantuan ini baru langkah awal dan baru dimulai.
“Nanti kami akan lanjutkan karena sudah banyak yang mengajukan bantuan. Ada juga kelompok-kelompok masyarakat atau komunitas di sana yang mengajukan bantuan. Nanti akan kami salurkan kembali,” ujarnya.
Irwan menjelaskan, bantuan dalam bentuk uang memungkinkan masyarakat menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang paling mendesak.
Lebih lanjut Irwan mengatakan, bantuan yang diberikan berupa uang karena menurutnya cara tersebut lebih praktis dan fleksibel sehingga masyarakat terdampak bencana bisa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan dari kami dalam bentuk uang supaya lebih mudah dikirim. Kalau dalam bentuk barang, ongkos kirimnya mungkin lebih mahal dan bisa sampai ke tempat tujuan butuh waktu lama karena kendala pengiriman logistik juga turut terdampak,” ungkap Irwan.
Tak lupa Irwan juga menyampaikan terima kasih kepada BPOM yang telah melibatkan dalam penyerahan bantuan ke NTT.
“Ini adalah yang pertama bagi kami dilibatkan dalam kegiatan BPOM Peduli. Langkah BPOM Peduli melibatkan industri adalah langkah yang bagus untuk melakukan penyerahan bantuan yang berdampak,” tutur Irwan.
Untuk penyalurannya, Irwan mengatakan Sido Muncul akan memanfaatkan sejumlah jalur distribusi, baik melalui jaringan BPOM maupun langsung kepada masyarakat.
“Kalau dari BPOM nanti melalui Balai Besar POM, karena kantornya banyak di mana-mana. Kemudian yang kedua, kami juga akan langsung ke masyarakat, misalnya melalui gereja dan kelompok-kelompok masyarakat,” tutur Irwan.
Lebih lanjut, Irwan mengatakan sejumlah kelompok masyarakat di NTT telah menghubungi Sido Muncul untuk mengajukan bantuan.
“Banyak masyarakat di NTT yang sudah meminta bantuan. Nanti akan kami salurkan. Pokoknya ini baru awal bagi kami,” ungkap Irwan.
Selain itu, Sido Muncul juga akan mencoba menggalang dukungan dari para supplier yang ingin turut membantu masyarakat NTT. Sebab kebutuhan masyarakat dapat terus bertambah setelah fase awal bencana, termasuk untuk proses pemulihan dan perbaikan rumah.
“Kami akan mencoba menggalang dana dari supplier-supplier kami, siapa tahu banyak yang mau membantu,” ujarnya.
Irwan juga menyampaikan rasa duka cita kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana serta mendoakan agar kondisi segera pulih.
“Saya juga ikut berduka cita dan turut prihatin atas cobaan untuk masyarakat NTT. Saya juga ikut mendoakan supaya semuanya segera bisa pulih kembali,” katanya.
Gerakan BPOM Peduli
Sementara itu, Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar mengatakan, Gerakan Badan POM Peduli bekerja sama dengan mitra BPOM telah sangat erat terjalin dengan kegiatan kemanusiaan.
Prof Taruna juga mengapresiasi dukungan Sido Muncul yang turut aktif berpartisipasi dalam penanganan masyarakat terdampak bencana melalui program Badan POM Peduli.
“Kami mengapresiasi Pak Irwan yang telah membantu melalui Badan POM Peduli. Kami juga sebagai mitra kerja menyampaikan terima kasih atas atensi dan peran swasta bersama Pemerintah hadir membantu saudara-saudara kita di NTT. Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan tanggung jawab bersama yang perlu diwujudkan melalui aksi nyata,” ujar Prof Taruna.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong keluarga besar BPOM bersama mitra dalam mendukung masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana.
“BPOM hadir tidak hanya dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Kolaborasi seperti ini menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT,” tegas Prof Taruna.
Secara keseluruhan, BPOM Peduli menghimpun donasi berupa uang sebesar lebih dari Rp610 Juta. Donasi tersebut berasal dari kontribusi pegawai BPOM dan mitra BPOM salah satunya Sido Muncul.
Program BPOM Peduli kali ini juga menjadi langkah awal BPOM dalam melibatkan pelaku usaha secara langsung dalam penghimpunan dana bantuan kebencanaan.
Keterlibatan Sido Muncul menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah dan dunia usaha, agar dukungan kepada masyarakat dapat diberikan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
