Menaker RI, Yassierli, mengapresiasi langkah PTDI dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan berdaya saing global. (foto ist)

BANDUNG – Sebagai bagian dari puncak peringatan HUT ke-50, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) meresmikan Dirgantara Indonesia Training Center yang disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli. 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut untuk pengembangan kompetensi dan peningkatan kualitas SDM PTDI.

Momentum ini dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, Staf Khusus Menaker, Sukro Muhab, Ketua Umum Paguyuban, Didi Turmudzi, Ketua Persib Bandung, Umuh Muchtar, Wakil Komisaris Utama PTDI, Bagus Puruhito, Komisaris PTDI, Yusron Ihza Mahendra, serta sejumlah pejabat dari lingkungan Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, juga akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Nurtanio.

Menaker RI, Yassierli, mengapresiasi langkah PTDI dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan berdaya saing global. 

”Saya berharap Dirgantara Indonesia Training Center ini dapat menjadi role model pusat pelatihan terintegrasi antara industri dalam dan luar negeri, dengan modul kurikulum yang paling up-to-date, serta menghasilkan lulusan yang diakui tidak hanya secara nasional tetapi juga internasional,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, mengatakan Dirgantara Indonesia Training Center menjadi bagian dari kesiapan PTDI dalam mencetak SDM berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center hari ini menandakan bahwa di samping kesiapan teknis, kami juga siap mencetak dan menyiapkan SDM berkualitas. 

Sejak soft launching pada Januari 2024, kami telah menyelenggarakan 17 jenis pelatihan dan mencetak 140 peserta, di mana 60 orang di antaranya saat ini telah berada di Korea Selatan untuk mendukung kebutuhan mitra strategis kami melalui Strategic Cooperation Agreement dengan Korean Aerospace Industries (KAI),” ujarnya.

“Kedepan, kebutuhan kualifikasi dan sertifikasi yang sebelumnya dilakukan di luar negeri akan kami lakukan secara in-house di PTDI. Dari yang tadinya merupakan spending money, kini kami harapkan dapat menjadi potensi pendapatan (revenue stream) bagi Perusahaan,” imbuh Gita Amperiawan.

Momentum HUT ke-50 PTDI juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis dengan PT Falah Inovasi Teknologi, PT Samson Tiara, PT Inti Steel Sejahtera, INA, Inc., dan AMMROC, yang mencakup pengembangan teknologi digital, fasilitas dan jasa training, Global Training Provider, serta Technical Rectification C295.

Di bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTDI menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal kepada UMKM binaan sebagai dukungan terhadap legalitas dan penguatan usaha.

Di bidang ketahanan pangan, PTDI menandatangani Komitmen Bersama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Provinsi Jawa Barat, Paguyuban Pasundan, dan PT Santana Manggala Karya tentang memperkuat program pengembangan sorgum bersama mitra di Jawa Barat, serta mendukung program pendidikan ”DI Goes to School” dan Edutainment. 

PTDI juga mendukung perbaikan dua ruang kelas SD 187 Lanuma Husein yang bekerja sama dengan Defend ID dan penghijauan melalui 50 bibit pohon, serta berkontribusi dalam pengembangan komponen mobil hidrogen Tim Antasena Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk kompetisi di Eropa 2027.