foto ist 

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis akan tercapainya peningkatan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun ini sebesar 5—10 persen dari tahun lalu. 

Tahun lalu, Harbolnas 2025 berhasil membukukan transaksi senilai Rp36,4 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan Harbolnas 2024 dengan nilai transaksi Rp31,2 triliun.

Sebanyak 45 persen atau transaksi senilai Rp16,6 triliun pada Harbolnas 2025 merupakan kontribusi transaksi produk lokal. 

Oleh karena itu, Mendag Busan mendorong “Kick-off Road to Harbolnas 2026” sebagai momentum penyebaran informasi yang lebih masif tentang kampanye belanja daring tersebut. 

Ia pun mengajak kementerian, lembaga, dan para pemangku kepentingan untuk bersinergi menggaungkan program ini agar pelaksanaannya pada 10—16 Desember 2026 makin optimal.

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat hadir bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam “Kick-off Road to Harbolnas 2026” hari ini, Kamis, (27/8), di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. 

Harbolnas tahun ini mengusung tagar #PilihLokalUntukNusantara sebagai ajakan bagi masyarakat untuk membeli produk dalam negeri dan mendukung pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami harap nilai transaksi pada Harbolnas 2026 dapat meningkat 5—10 persen dibandingkan capaian Harbolnas tahun lalu. Kami membuka peluang kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk aktivasi, kampanye, maupun program promosi selama rangkaian Road to Harbolnas 2026 agar dapat semakin memperkuat gaung Harbolnas 2026,” kata Mendag Busan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, menyampaikan, momentum Kickoff Road to Harbolnas 2026 ini menunjukkan upaya pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem digital, termasuk niaga elektronik (e-commerce).

“Pemerintah terus mendukung penguatan ekosistem niaga elektronik melalui berbagai penyusunan regulasi, penyediaan infrastruktur digital, serta fasilitasi kolaborasi niaga elektronik yang melibatkan UMKM, asosiasi industri, dan konsumen,” kata Airlangga.