foto ist 

JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional ke-1 Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (Rakernas ke-1 GPEI) untuk 2026. Ia mengharapkan Rakernas ke-1 GPEI 2026 menjadi sarana menghimpun masukan dari dunia usaha, terutama terkait ekspor. 

Mendag Busan menegaskan, berbagai pekerjaan rumah terkait ekspor membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha.

Hal tersebut disampaikan Mendag Busan saat membuka Rakernas ke-1 GPEI hari ini, Senin, (24/8/2026) di Jakarta. 

Turut mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi.

“Kami terbuka terhadap seluruh masukan untuk meningkatkan ekspor. Pemerintah dan dunia usaha harus terus bersinergi untuk menciptakan ekosistem ekspor yang semakin efisien dan berdaya saing. Mari kita selesaikan berbagai pekerjaan rumah ini bersama-sama,” kata Mendag Busan.

Rakernas ke-1 GPEI 2026 dihadiri Ketua Umum GPEI Benny Soetrisno, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Ekspor Juan Permata Adoe, dan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding. 

Turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; Direktorat Jenderal Perhubungan Laut; Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo); serta pengurus GPEI berbagai daerah. 

Ketua Umum Benny menyampaikan lima agenda utama GPEI untuk memperkuat ekspor nasional. Yaitu diversifikasi pasar ekspor, peningkatan inovasi dan nilai tambah, dorongan bagi UMKM agar menjadi eksportir, peningkatan efisiensi dan daya saing, serta optimalisasi pemanfaatan perjanjian perdagangan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ekspor yang kompetitif. 

“Rakernas ini harus menghasilkan gerakan nasional peningkatan ekspor Indonesia. Mari kita buka pasar baru, lahirkan eksportir baru, tingkatkan nilai tambah produk Indonesia, dan jadikan produk-produk Indonesia semakin hadir di pasar dunia,” kata Benny.

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Juan menilai peningkatan ekspor perlu menjadi salah satu pilar penting dalam memperbaiki struktur ekonomi nasional. 

Juan juga menekankan pentingnya kolaborasi Kadin, GPEI, asosiasi usaha, dan pemerintah untuk menekan biaya logistik serta memperkuat ekosistem pembiayaan ekspor. 

“Kita harus memastikan produk-produk Indonesia bisa bergerak lebih cepat dan didukung dengan kebijakan yang memberikan daya saing,” ujarnya.