foto ist 

BANDUNG – Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melepas ekspor 10 ton biji kopi mentah (green bean) produksi Java Halu Coffee senilai USD 155 ribu atau setara Rp2,64 miliar ke Inggris. 

Pelepasan ekspor berlangsung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (18/8). Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan, ekspor kopi Java Halu Coffee semakin membuktikan potensi kopi Indonesia di pasar internasional. 

Capaian tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ekspor.

“Pelepasan ekspor kali ini merupakan bukti nyata bahwa UMKM yang diberikan wadah dan pendampingan tepat sanggup menembus pasar dunia. Semoga pelepasan ekspor ini menjadi pemantik semangat bagi UMKM kopi lainnya di Jawa Barat dan seluruh Indonesia untuk berani mendunia,” ujar Puntodewi.

Menurut Puntodewi, pelepasan ekspor kopi Java Halu Coffee menjadi contoh keberhasilan kolaborasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan UMKM berorientasi ekspor. 

Puntodewi berharap, kolaborasi Kemendag dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha kopi di Jawa Barat dan daerah lainnya untuk meningkatkan kualitas, memperkuat daya saing, dan memanfaatkan peluang pasar internasional.

Puntodewi mengapresiasi kiprah Java Halu Coffee yang secara konsisten mengembangkan pasar ekspor sejak 2019. Kopi Java Halu Coffee saat ini telah diterima di sejumlah pasar internasional, antara lain, Timur Tengah, Jepang, Australia, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, pelepasan ekspor Java Halu Coffee menunjukkan potensi dan kualitas kopi Jawa Barat yang mampu menembus pasar internasional.

“Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa kopi Jawa Barat memiliki potensi dan kualitas untuk menembus pasar ekspor. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong pelaku usaha agar produk-produk unggulan Jawa Barat semakin dikenal dan diterima di pasar global,” ujar Erwan.