foto ASDP

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan dua armada tangguh, KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape, untuk mendukung penanganan dan pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua kapal tersebut membawa dukungan yang berbeda sesuai kebutuhan di lapangan, namun memiliki tujuan yang sama: membantu mempercepat masyarakat dan wilayah terdampak untuk kembali bangkit.

Sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan, mobilisasi personel, kendaraan, peralatan, dan bantuan penanganan bencana melalui kedua armada tersebut tidak dipungut biaya. 

Dukungan ini merupakan bentuk komitmen ASDP untuk membantu memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat bergerak cepat menuju masyarakat terdampak.

Terbaru, pada Selasa (18/8), KMP Ile Ape diberangkatkan dari Pelabuhan Kewapante, Maumere, menuju Palue, Kabupaten Sikka.

Kapal membawa personel Polres Sikka, tenaga medis, kendaraan, serta alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan material akibat bencana.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, dalam situasi darurat, konektivitas penyeberangan memiliki peran strategis karena memungkinkan personel, tenaga medis, peralatan, dan sumber daya bergerak menuju wilayah yang membutuhkan dukungan.

“ASDP terus berkomitmen mendukung penanganan bencana di NTT melalui konektivitas penyeberangan yang kami miliki. Mobilisasi personel, tenaga medis, maupun alat berat menjadi bagian penting untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Heru.