Kepala Usaha Kecil dan Menengah Dinas PPKUKM Pemerintah Provinsi Jakarta Juremi (kiri), Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Yogia Prihartiny (kedua dari kiri), Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip (kedua dari kanan), dan Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna Ali Rukmijah (kanan) resmi membuka Festival UMKM Grup Sampoerna bertajuk “UMKM Tangguh, Ekonomi Tumbuh” dalam rangka HUT ke-113 Grup Sampoerna. (foto ist)

 

JAKARTA – Mendukung ekosistem pemberdayaan UMKM, Grup Sampoerna Strategic menghadirkan kembali Festival UMKM bertajuk “UMKM Tangguh, Ekonomi Tumbuh” dalam rangka HUT ke-113 Sampoerna. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mengakselerasi produk lokal agar semakin siap bersaing di pasar global.

Festival UMKM ini merupakan program pemberdayaan UMKM, yang telah diadakan rutin selama lima tahun, mencakup penguatan kapasitas, perluasan jaringan dan pasar, hingga bantuan pengurusan izin usaha dan sertifikasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Sampoerna Strategic Square selama 3 hari, dari tanggal 19 – 21 Agustus 2026. 

Hadir dalam acara tersebut, Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Yogia Prihartiny, Kepala Usaha Kecil dan Menengah Dinas PPKUKM Pemerintah Provinsi Jakarta Juremi, Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip, Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna Ali Rukmijah, Chief ESME Bank Sahabat Sampoerna Rudy Mahasin, CEO Sampoerna Kayoe Rudiyanto Tan, GM Sampoerna Land Muhaimin Toha, dan Direktur Sampoerna Land Sentosa Sitia. 

Panitia Pelaksana Festival UMKM Sampoerna Luqmanul Hakim mengatakan, festival tersebut membuka ruang bagi 118 tenan UMKM yang berpartisipasi untuk dapat mempromosikan produk usahanya dan mengajak pelaku usaha untuk naik kelas. 

“Tahun ini menandai tahun kelima penyelenggaraan Festival UMKM. Melalui kegiatan ini, kami terus mendorong kolaborasi dan konsistensi dalam memperkuat sektor riil, sekaligus menjadi platform akselerasi pengembangan UMKM di Indonesia. Festival ini juga menjadi sarana untuk memperkuat konektivitas antara pelaku UMKM dan Grup Sampoerna Strategic serta menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Panitia Pelaksana Festival UMKM Grup Sampoerna, Luqmanul Hakim, saat memaparkan laporan pelaksanaan kegiatan. (foto ist)

Di samping talkshow dengan berbagai tema relevan terkait UMKM, Grup Sampoerna Strategic menghadirkan berbagai produk pelaku UMKM di sektor kriya, fesyen, travel, kuliner, dan percetakan pada event ini. 

Grup Sampoerna Strategic juga memfasilitasi layanan konsultasi untuk mendapatkan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB), Layanan Konsultasi Sertifikat Produk Halal, Konsultasi Perpajakan, Konsultasi Merek dan HAKI, dan Konsultasi Izin Edar (PIRT dll).

Chief ESME Bank Sahabat Sampoerna Rudy Mahasin (kiri) Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip (kedua dari kiri), Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Yogia Prihartiny (kedua dari kanan), dan Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna Ali Rukmijah (kanan) menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku UMKM bertujuan untuk mempermudah pengembangan dan keberlanjutan usaha mereka ke depan. (foto ist)

Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Yogia Prihartiny menegaskan, kolaborasi antar lembaga baik pemerintah dan swasta diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM sekaligus memberikan dukungan bagi keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

“Event ini bukan sekadar festival, tetapi merupakan platform akselerasi bagi pelaku UMKM. Kami melihat festival ini menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk belajar, membangun jejaring, dan tumbuh bersama. Kolaborasi lintas sektor menjadi bukti nyata dalam membangun ekonomi kerakyatan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM,” papar Yogia.

Luqman menambahkan, Festival UMKM ini diharapkan menjadi katalis bagi pelaku UMKM untuk terus tangguh dalam menghadapi berbagai situasi dan dapat memanfaatkan berbagai dukungan yang sudah diberikan untuk bertumbuh dan berkembang. 

“Komitmen kami adalah UMKM dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia,” jelas Luqman.