foto ist
Johannesburg – Indonesia kembali menunjukkan kualitas, kreativitas, dan daya saing produk furnitur nasional melalui partisipasinya dalam Decorex Johannesburg 2026.
Pameran yang diselenggarakan di Sandton Convention Center Johannesburg, Afrika Selatan, pada 30 Juli–2 Agustus 2026 tersebut merupakan pameran interior ternama yang melingkupi kategori furnitur, dekorasi rumah, dan gaya hidup.
Setiap tahunnya, Decorex menampilkan tren dan inovasi terbaru yang dapat menjadi wawasan berharga bagi para pelaku usaha dalam memetakan preferensi pasar.
Pada tahun ini, Decorex Johannesburg diselenggarakan bersamaan dengan 100% Design Afrika yang dikenal sebagai ajang promosi desain dan kreativitas utama di Afrika dengan menampilkan berbagai inovasi interior, arsitektur, seni dan budaya Afrika Selatan.
Keikutsertaan Indonesia pada tahun ini merupakan hasil sinergi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pretoria dengan Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg dalam upaya memperluas pangsa pasar di kawasan Afrika.
Sebanyak lima perusahaan Indonesia turut berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu CV Cocoon Asia, CV Decorus, PT Koloni Timur, CV Kriyantara, dan CV Sony Sentral Industry.
Kelima perusahaan ini menampilkan beragam produk unggulan berbahan dasar kayu jati, rotan, dan batok kelapa yang mengangkat kualitas, inovasi, keterampilan tangan, serta keunggulan desain khas Indonesia di Paviliun Indonesia seluas 36 m².
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada 30 Juli 2026 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Afrika Selatan, Kerajaan Eswatini, dan Kerajaan Lesotho, Saud P. Krisnawan, serta dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Mozambik, K. Candra Negara; Konsul Jenderal Republik Indonesia Cape Town, Tudiono; dan Kepala ITPC Johannesburg, Efri Yenni.
Dalam sambutannya, Dubes Krisnawan mendukung penuh keikutsertaan para pelaku usaha dan menegaskan bahwa Afrika Selatan merupakan pasar yang dinamis dengan minat tinggi terhadap produk interior berkualitas.
“Pasar Afrika Selatan terbuka sangat lebar bagi produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia. Konsumen serta pelaku industri di sini sangat mengapresiasi keunikan desain, ketahanan bahan, dan nilai estetika yang menjadi keunggulan utama produk kita,” ujarnya.
“Partisipasi kita dalam Decorex Johannesburg ini menjadi momentum strategis untuk membuktikan bahwa produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia mampu bersaing dan memperluas jangkauan di pasar nontradisional,” imbuh Dubes Krisnawan.
Kepala ITPC Johannesburg, Efri Yenni juga menyampaikan bahwa pasar furnitur dan dekorasi rumah di Afrika Selatan merupakan yang terbesar di Sub-Sahara Afrika dengan didorong oleh urbanisasi, pertumbuhan kelas menengah, pembangunan rumah, serta peningkatan minat konsumen terhadap desain interior.
“Indonesia hadir dengan posisi yang kompetitif. Selain dari sisi harga, terdapat aspek desain yang menarik, kualitas finishing yang baik, keunikan jenis, dan kombinasi material yang digunakan,” ucap Yenni.
Selama empat hari penyelenggaraan di Sandton Convention Centre, kehadiran Paviliun Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para arsitek, desainer interior, pengembang properti, hingga pembeli lokal dan mancanegara, seperti Mesir dan Botswana dengan capaian potensi transaksi sebesar USD 692.100 atau setara dengan Rp12,45 miliar.
Selain produk furnitur berbahan kayu jati, produk yang sangat menarik perhatian para pengunjung Paviliun Indonesia pada Decorex Johannesburg tahun ini yaitu furnitur rotan dan panel dinding dari batok kelapa yang dinilai unik dan belum ditemui di pasar Afrika.
