Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Direktur Utama InJourney, Maya Watono, untuk membahas pengembangan InJourney Hospitality sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia setelah bergabungnya 120 hotel BUMN ke dalam InJourney Group. (kredit foto: Dhika Septa Permana/BP BUMN)
JAKARTA — Konsolidasi seluruh hotel BUMN di bawah naungan InJourney Hospitality memasuki babak baru transformasi untuk menghadirkan operator hotel kebanggaan Indonesia. Melalui integrasi 120 hotel BUMN di bawah InJourney Group, perusahaan kini menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari program streamlining BUMN yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto guna menciptakan pengelolaan BUMN yang lebih efisien, fokus, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Pada Rabu (22/7), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menggelar pertemuan bersama Direktur Utama InJourney, Maya Watono, untuk membahas pengembangan InJourney Hospitality sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia setelah bergabungnya 120 hotel BUMN ke dalam InJourney Group.
Menurut Dony, konsolidasi tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing industri perhotelan nasional melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi dan efisien.
“Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan aset, tetapi membangun operator hotel nasional yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing ditingkat global,” ujar Dony, mengutip Instagram resmi BP BUMN.
Transformasi ini tidak hanya memperkuat portofolio aset BUMN di sektor perhotelan, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan standar layanan kelas dunia yang berakar pada kekayaan keramahtamahan Nusantara.
Melalui langkah tersebut, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
