Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama jajaran Direksi Bank Mandiri, BRI, BNI, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Rabu (1/7/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan restrukturisasi PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, termasuk skema dukungan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung proses transformasi kedua perusahaan. (kredit foto: Dhika Septa Permana/BP BUMN)

JAKARTA – Penguatan BUMN Karya terus dilakukan untuk memastikan perusahaan memiliki fundamental yang lebih sehat, tata kelola yang semakin baik, serta mampu mendukung pembangunan infrastruktur nasional secara berkelanjutan. 

Restrukturisasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan, meningkatkan disiplin bisnis, dan memastikan setiap dukungan pembiayaan diberikan secara terukur kepada proyek-proyek yang produktif dan memiliki kelayakan bisnis.

Pada Rabu (1/7/2026), Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memimpin rapat bersama jajaran Direksi Bank Mandiri, BRI, BNI, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. 

Pertemuan tersebut membahas perkembangan restrukturisasi PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, termasuk skema dukungan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung proses transformasi kedua perusahaan.

Pembahasan difokuskan pada penyusunan skema pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Dukungan pembiayaan diarahkan pada proyek-proyek yang produktif, layak secara bisnis, serta memiliki arus kas yang terukur sehingga mampu memperkuat kinerja perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Selain aspek pembiayaan, restrukturisasi juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan disiplin dalam pengelolaan risiko, serta membangun model bisnis yang lebih sehat. 

Proses ini menjadi momentum untuk memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara terukur dengan menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai pembelajaran untuk memperkuat fondasi perusahaan ke depan.

“Kita belajar dari pengalaman. Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat, dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan nasional,” ujar Dony.

Melalui langkah tersebut, BUMN Karya diharapkan semakin tangguh dalam menjalankan proyek-proyek strategis nasional, memberikan nilai tambah bagi negara, serta terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak bagi masyarakat. (dai)