Lindawaty Chandra, Kepala BUPP KEK ETKI Banten (kanan) menjelaskan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di acara “Sinar Mas Land Buka Puasa Bersama Jurnalis 2026” di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD City, Jumat (6/3/2026). Hadir dalam diskusi tersebut Diana Hestya Ningsih, Direktur ATOP Medical

 

BSD City – Masyarakat Indonesia kini tidak perlu jauh-jauh keluar negeri untuk berobat. Pasalnya, di dalam negeri, fasiltas dan layanan kesehatan berstandar internasional juga ada loh.

Bahkan, salah satu lokasinya ada yang tidak jauh dari Jakarta. Tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten yang berada di kawasan BSD City.

“Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus destinasi layanan kesehatan internasional di Indonesia,” jelas Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra di acara buka puasa bersama jurnalis yang digelar oleh Sinar Mas Land di Tangerang, Banten, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam tiga tahun pertama berdirinya KEK BSD akan fokus di sektor pendidikan dan kesehatan. Tenant pertama di sektor healthcare yang dibuka adalah klinik ATOP Plastic Surgery yang akan diresmikan Maret ini.

Selain klinik kesehatan, Linda menyebut sejumlah rumah sakit internasional bakal dibuka di KEK BSD City tahun ini. Rumah sakit asing ini akan membawa alat canggih dan standar internasional.

Pihaknya jelas Linda, sudah mulai menerima-menerima tenant untuk beberapa rumah sakit internasional yang sedang on the way.

“Sedang kita proses dan semoga di tahun ini sudah bisa kita sampaikan nama-namanya,” ujarnya.

Linda berharap kehadiran fasiltas kesehatan bertaraf internasional juga ikut mendongkrak ekonomi. Pasalnya jelas dia, sekitar dua juta warga Indonesia tercatat memilih berobat ke luar negeri setiap tahun dengan total pengeluaran mencapai Rp180 triliun.

Lebih lanjut Linda mengatakan, dalam dua tahun operasional terakhir, KEK ETKI Banten telah mengamankan komitmen investasi sebesar Rp1,19 triliun.

KEK ETKI Banten ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, serta industri kreatif.

Menurut Lindawaty, kawasan ini memiliki target investasi jangka panjang mencapai Rp18,8 triliun dalam 20 tahun mendatang.

“Kami ingin menghadirkan ekosistem lengkap yang mendukung pengembangan pendidikan, teknologi, hingga layanan kesehatan berstandar internasional,” jelasnya.

Adapun di sektor pendidikan sudah ada Monash University yang telah membuka kampusnya untuk jenjang S2 dan S3 di kawasan KEK BSD City. Lalu, Binus University juga akan membangun kampus di KEK yang rencananya beroperasi pada September 2026.

Lebih lanjut, Linda mengungkapkan di sektor ekonomi digital rencananya akan hadir sebuah ekosistem startup di KEK BSD City yang dibuka April mendatang.

“Untuk di sektor teknologi kami sudah bekerja sama dengan Komdigi untuk membentuk suatu ekosistem startup yang nantinya akan diresmikan di bulan April ini,” ujarnya.

Untuk menarik investor global, KEK ETKI Banten menawarkan berbagai insentif fiskal yang kompetitif, termasuk pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) badan hingga 20 tahun melalui skema tax holiday. Selain itu, terdapat juga pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang modal.

Selain insentif pajak, kawasan ini juga menawarkan kemudahan perizinan serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dengan konsep kota pintar di BSD City.

Selain insentif pajak, kawasan ini juga menawarkan kemudahan perizinan serta ekosistem bisnis yang terintegrasi dengan konsep kota pintar di BSD City.

Kawasan tersebut dikelilingi ekosistem hunian besar di Serpong dengan populasi sekitar 500.000 jiwa di BSD City serta potensi pasar mencapai 31 juta penduduk di wilayah Jabodetabek.

“Infrastruktur integrated smart city di BSD City memberikan keyakinan bagi mitra internasional. Kami siap menghadirkan fasilitas kelas dunia bagi investor,” ujar Linda.

Sementara itu, Strategy Advisor KEK ETKI Banten/D-Hub SEZ, Mulyawan Gani, menyatakan kawasan ini memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia.

“Kami optimistis KEK ETKI Banten di BSD City akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional,” katanya.

 

Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI), Banten atau yang dikenal dengan ‘D-Hub SEZ, menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi nasional.

Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) foto ist 

Lindawaty Chandra, Kepala BUPP KEK ETKI Banten menjelaskan, KEK ETKI Banten dideklarasikan resmi oleh Pemerintah pada 7 Oktober 2024. BSD City bergabung dengan portofolio KEK Indonesia sebagai satu-satunya KEK di Wilayah Jakarta Raya.

“Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, atau dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki fokus pada empat sektor strategis yakni pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan,” jelas Linda.

Total luas kawasan KEK ETKI Banten 60 Ha, terbagi menjadi 2 area, area 1 seluas 29 Ha, area 2 seluas 31 Ha (future development).

Kawasan sekitar BSD sangat potensial karena memiliki basis populasi yang besar dan terus berkembang. Area ini menawarkan 2.200.000 penduduk yang menjadi captive market dalam radius 10 km. 

Dalam 30 tahun ke depan, angka ini diproyeksikan akan berlipat ganda, mencapai populasi hingga 4.500.000 jiwa. Antisipasi pertumbuhan populasi ini didorong oleh pengembangan sepertiga area perluasan BSD City yang tersisa.

“KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi membangun SDM unggul, ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy,” jelas Linda.

Kehadiran KEK ETKI Banten juga melengkapi ekosistem mega township BSD City yang sudah mapan, sekaligus mendorong pertumbuhan properti yang lebih resilient karena ditopang aktivitas ekonomi nyata. 

Keunggulan KEK ETKI Banten adalah lokasinya yang strategis di BSD City sehingga terkoneksi dengan beragam sarana transportasi publik (KRL, Busway, Bus Umum, Shuttle Bus BSD) serta mudah diakses dengan kendaraan pribadi karena didukung jalur tol dan infrastruktur jalan.

 

Detil Kawasan KEK ETKI Banten

Biomedical Campus

Biomedical Hub merupakan gabungan ruang kantor premium di Knowledge Tower dan fasilitas medis di Science Tower, dibangun untuk operasional yang lancar dan kemajuan industri dengan area yang dapat disewa mulai dari 150 meter persegi.

Status: 100% completed and fully operational

 

Medical Suites

Medical Suites dirancang untuk memenuhi tuntutan ketat dari penyedia layanan kesehatan. Dibangun dengan standar kelas medis tingkat lanjut, termasuk kepatuhan Bio Safety Level 2 (BSL-2), kapasitas beban mati yang tinggi untuk peralatan berat, dan ketinggian langit-langit yang dioptimalkan untuk mendukung fasilitas medis modern.

Status: Struktur Menara 1 & 2 selesai pada Kuartal 1 tahun 2026

Target penyerahan: September 2026

 

Powell: Commercial Units

Ruang komersial dengan pertumbuhan tinggi yang dirancang untuk para inovator, menawarkan peluang kepemilikan eksklusif dalam ekosistem yang berkembang pesat.

Status: Saat ini dalam tahap penyelesaian & pekerjaan fasad

Target penyerahan: April 2026

 

Tenant yang sudah resmi beroperasi: 

INCREASE, ALPHA IVF, MONASH UNIVERSITY, BINUS UNIVERSITY, STEMCORD, FS REGENERA, FUJI ACADEMY, ATOP Plastic Surgery, Seoul Jakarta Plastic Surgery Clinic, KAISER Clinic, One Smart Services

Fasilitas Fiskal

Fasilitas dan Keuntungan dari KEK ETKI Banten terdiri dari fasilitas Fiskal yang diatur dalam Peraturan Pemerintah RI No.40/2021 & PMK 237/2020 dan fasilitas non Fiskal yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.1/2023 dan No.18/2023 

Diharapkan dengan dukungan fasilitas fiskal dan nonfiskal serta kemitraan strategis jangka panjang, kawasan ini dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat riset dan inovasi, serta mengurangi capital outflow untuk pendidikan dan layanan kesehatan ke luar negeri.