Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (tengah) berfoto bersama Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, Raden Utoro (kedua dari kanan), Direktur 2 PT Borneo Indobara, Edi Siswandoro (kanan), Chief Executive Officer Golden Energy Mine (Holding Company PT Borneo Indobara), Bonifasius Huang (kiri), dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Tengah, Iwan Soelistijono (kedua dari kiri) pascapenandatanganan jual beli layanan Renewable Energy Certificate di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (8/2). foto ist
KALIMANTAN – PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 23 megawatt hour (MWh) listrik hijau kepada PT Borneo Indobara (BIB) pada Minggu lalu (8/2).
Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen PLN bersama mitra dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di dunia industri pertambangan (green mining) nasional.
Dengan penambahan tersebut, penggunaan layanan REC oleh PT BIB kini menjadi yang terbesar di wilayah Kalimantan sebanyak 42.096 unit atau setara 42 MWh dari sebelumnya 19.056 unit sejak tahun 2023 lalu.
Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam mendukung pelaksanaan program Green Mining Realization, salah satunya melalui layanan REC.
Menurutnya, kebutuhan daya listrik PT BIB yang diperkirakan mencapai 200 hingga 240 megavolt ampere (MVA) pada 2028, juga memerlukan dukungan suplai listrik dari PLN yang bukan hanya andal dan cukup, namun juga ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam menuju pertambangan nasional yang berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam hal mengurangi emisi karbon secara aktif, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, mengurangi impor bahan bakar, dan tentunya mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Raden.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan para pelaku industri dalam mendukung transisi energi bersih di Tanah Air.
Pihaknya berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional dengan mendorong pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan.
“PLN tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan produk hijau seperti REC untuk membantu pelanggan industri meningkatkan daya saing. Sekaligus berkontribusi pada agenda transisi energi nasional, khususnya green mining. Kolaborasi dengan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Adi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono menyambut baik langkah PT BIB memanfaatkan layanan REC PLN sebagai bagian dari implementasi energi bersih dan praktek green mining.
