Simulasi Tanggap Darurat yang mempraktikkan skenario penanganan ISO Tank bocor dan evakuasi petugas cedera di area Dangerous Goods (CY 1 Blok X) & Penggunaan APAB (Alat Pemadam Api Berat) juga APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Latihan ini bertujuan menguji kecepatan respon tim Emergency Response serta kesiapan infrastruktur evakuasi terminal dalam menghadapi potensi insiden berisiko tinggi secara nyata. (foto TPK Banjarmasin)
BANJARMASIN – Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin menggelar serangkaian program HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal
Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif”.
Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lini operasional.
Sekaligus meletakkan fondasi yang kokoh bagi terciptanya ekosistem pelabuhan yang aman, produktif, dan mencapai standar High Performance Zero Accident.
Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat ekosistem keselamatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pegawai hingga mitra kerja eksternal.
“Keselamatan adalah pondasi utama dari produktivitas. Melalui tema High Performance Zero Accident, kami ingin memastikan bahwa setiap individu yang memasuki area TPK Banjarmasin memiliki kesadaran penuh (awareness) bahwa mereka harus pulang dalam kondisi selamat. Sama seperti saat mereka datang. Bulan K3 ini kami isi dengan tindakan preventif dan edukatif yang menyasar seluruh lini operasi,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan diawali dengan Drill dan Simulasi Tanggap Darurat yang mempraktikkan skenario penanganan ISO Tank bocor dan evakuasi petugas cedera di area Dangerous Goods (CY 1 Blok X) & Penggunaan APAB (Alat Pemadam Api Berat) juga APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
“Latihan ini bertujuan menguji kecepatan respon tim Emergency Response serta kesiapan infrastruktur evakuasi terminal dalam menghadapi potensi insiden berisiko tinggi secara nyata,” jelas Sirin.
Di hari berikutnya juga dilaksanakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar oleh Tim Klinik K3 yang membekali pekerja lapangan dengan kemampuan pertolongan pertama (P3K).
TPK Banjarmasin juga berkolaborasi dengan seluruh entitas Pelindo Group melaksanakan Donor Darah yang berhasil mengumpulkan 159 kantong darah. Di sisi safety awareness, digelar sosialisasi 2 hari berturut-turut yang diikuti mulai dari Operator Head Truck (HT), Pengemudi Truk Eksternal, dan TKBM.
Mengingat peran vital mereka dalam operasional bongkar muat, forum ini menjadi wadah diskusi sekaligus menekankan agar pekerja senantiasa lebih berhati-hati saat bekerja.
Aris Permana, salah satu peserta Safety Awareness dari JPT Perdana Sekawan Perkasa, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh TPK Banjarmasin sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran keselamatan kerja di lingkungan terminal.
