CEO Sinergi Adv Nusantara H Prama Tirta (kedua dari kanan) Berfoto bersama Grinds Boys. Mereka mendukung rencana pemerintah membentuk BUMN Tekstil. 

 

JAKARTA – CEO Sinergi Adv Nusantara H Prama Tirta mendukung rencana pemerintah membentuk BUMN Tekstil. Hal itu akan membuat industri tekstil nasional berjaya. Serta menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kami mendukung Presiden Prabowo Subianto yang akan mendirikan BUMN Tekstil. Semoga itu bisa mendongkrak atau menunjang UMKM lagi lebih maju lagi karena itu sangat dibutuhkan,” ujarnya saat menghadiri acara Grind Geng Fun Mini Soccer di Lapangan F7 Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).

“Itu juga akan menciptakan lapangan kerja. Untuk saat ini kita butuh lowongan kerja (loker). Jutaan loker,” imbuh Prama.

Hal senada dikatakan, Gofar Hilman dari Grinds Boys.

“Semoga pak Prabowo yang akan membentuk BUMN Tekstil hal itu akan bermanfaat buat UMKM,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Pemerintah akan membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus sektor tekstil.

Rencana tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto saat rapat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 11 Januari 2026 lalu.

Alasannya, industri tekstil dan garmen dinilai menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko kebijakan tarif AS.

“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan 6 miliar (dolar AS) nanti akan disiapkan oleh Danantara,” kata Airlangga dalam acara Indonesian Business Council (IBC) Business Outlook 2026 di Jakarta, Rabu.

Ia menerangkan dari hasil studi yang telah rampung, rencana itu bakal dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Guna mendukung kebijakan tersebut, Pemerintah menyiapkan pendanaan sebesar 6 miliar dolar AS melalui BPI Danantara.

Dana tersebut diarahkan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, hingga peningkatan ekspor di sektor tekstil.

“Oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari 4 miliar (dolar AS), bisa naik ke 40 miliar (dolar AS) dalam 10 tahun l, dan bagaimana pendalaman dari value chain daripada industri tekstil,” jelasnya.

Dalam hal ini, Menko mengakui saat ini masih ada kelemahan pada rantai nilai (value chain) tekstil, terutama pada produksi benang, kain, dyeing, printing, dan finishing.

Dengan adanya pembentukan BUMN tekstil baru, maka diharapkan bisa mendorong modernisasi dan pendalaman industri di sektor tersebut.