Penandatanganan HoA antara Danantara dan PLN ini merupakan wujud kolaborasi untuk mengakselerasi transisi energi di Indonesia. Keterangan foto: Chief Executive Officer Danantara Indonesia (tengah), Rosan Roeslani, ⁠⁠Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir (ketiga dari kiri), Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Santosa (kedua dari kiri) ⁠⁠Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), ⁠⁠Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo (kedua dari kanan), Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah (kanan) dan Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta (kiri). foto ist 

 

JAKARTA – Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. 

Melalui kerja sama strategis ini, DIM akan menjajaki peluang investasi pada proyek-proyek pembangkit listrik berbasis EBT yang dikembangkan melalui anak usaha PLN, yaitu PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dan PLN Indonesia Power Renewables (PLN IPR).

Sebagai sovereign fund dengan mandat ganda, Danantara Indonesia berinvestasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. 

Sejalan dengan tantangan perubahan iklim dan kebutuhan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu sektor prioritas investasi Danantara Indonesia. 

Sektor ini dinilai memiliki multiplier effect yang signifikan, baik terhadap perlindungan lingkungan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan energi nasional, maupun penciptaan lapangan kerja hijau.

PLN sebagai penyedia listrik nasional yang mengedepankan prinsip keberlanjutan memiliki visi yang sejalan dalam mendorong transisi energi di Indonesia. 

Berbagai langkah telah dilakukan oleh PLN untuk meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan secara bertahap dan terukur.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat bauran energi bersih dan menurunkan emisi, sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang disusun oleh Pemerintah.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa Danantara Indonesia hadir sebagai institusi investasi strategis yang berorientasi jangka panjang. 

Selain itu, kerjasama ini dapat berperan penting dalam tujuan Indonesia mencapai swasembada energi dan menyikapi kondisi perubahan iklim (climate change) yang semakin mendesak. 

“Danantara Indonesia berkomitmen mendukung pembangunan energi masa depan Indonesia melalui investasi yang tidak hanya berfokus pada imbal hasil finansial, tetapi juga pada keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya..

Sementara, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN mengatakan kehadiran Danantara Indonesia memperkuat langkah PLN dalam mengembangkan energi terbarukan secara lebih terstruktur.

“Sekaligus memastikan proyek-proyek hijau yang tercantum dalam RUPTL dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta sistem ketenagalistrikan nasional,” ungkap Darmawan.