JAKARTA – Hasnaeni Moein atau yang lebih dikenal Wanita Emas, terdakwa kasus korupsi yang kini tengah menjalani hukuman di Rumah Tahanan (rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, mengaku mendapat kekerasan di rutan.

Video berdurasi 1 menit 13 detik itu menyampaikan apa yang selama ini ia rasakan saat menjalani hukuman di rutan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Saya Hasnaeni, saya sedang dihukum oleh kepala rutan, saya tidak boleh keluar kamar, saya dihukum dan dari kemarin tidak dikasih makan, terus saya dikunci dari luar kamar. Sekarang saya berada di luar dan ada di pengadilan Tipikor untuk menandatangani surat PK saya,” kata Hasnaeni di videonya yang dikutip Rabu (3/12).

“Saya lagi dihukum oleh kepala rutan, tolong bantu saya, saya tidak banyak waktu menggunakan handphone ini, tolong saya belum dikasih makan, sedangkan kondisi saya saat ini sedang sakit,” ujarnya lagi.

Selain video yang beredar, secarik kertas bertuliskan kronologis kejadian yang dialami wanita emas itu juga ikut beredar. Dalam tulisan itu terdapat sembilan poin yang disampaikan wanita yang sebelumnya sudah divonis lima tahun penjara.

Dikonfirmasi terkait video dan surat pernyataan yang disampaikan Hasnaeni, Kepala Keamanan Rutan Pondok Bambu Nur Mariyana Putri membantah semua yang disampaikan.

Menurutnya, semua yang diucapkan dan ditulis adalah tidak benar. “Tidak benar apa yang disampaikan yang bersangkutan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/12).

Meski begitu, Putri mengaku memang untuk hukuman yang disampaikan oleh Hasnaeni benar diberikan kepadanya karena yang bersangkutan kedapatan bermain handphone. Sehingga ia dipindahkan ke ruang isolasi atas perbuatannya yang dianggap melanggar peraturan.

“Tapi untuk makan yang disebut tidak diberikan makan itu tidak benar, ia tetap diberikan makanan sama seperti warga binaan lainnya yang ada di dalam Rutan Pondok Bambu,” ungkap Putri.