Talkshow dan lokakarya bertajuk “TERANG: Membangun Transparansi dan Kepercayaan antara Pelaku Usaha dan Konsumen” yang digelar di Auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (11/92025). Sekretaris Jenderal Indonesian E-Commerce Association (idEA) Budi Primawan menegaskan komitmen perusahaannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. Ia juga  mendorong pelaku usaha agar berjualan secara jujur, bertanggung jawab, dan mengutamakan kualitas, sekaligus memanfaatkan platform niaga-el secara bijak. (foto ist)

 

JAKARTA – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) terus berupaya mewujudkan ekosistem perdagangan yang sehat, adil, dan berintegritas. 

Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menyelenggarakan gelar wicara (talkshow) dan lokakarya bertajuk “TERANG: Membangun Transparansi dan Kepercayaan antara Pelaku Usaha dan Konsumen” yang digelar di Auditorium Kemendag, Jakarta, Kamis (11/92025).

“Melalui kegiatan TERANG ini, Kemendag bersama Lazada Indonesia dan PT Bangun Strategi Indonesia berkolaborasi untuk mewujudkan ekosistem perdagangan yang sehat dan berkeadilan, serta mendorong partisipasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perdagangan digital,” ujar Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang dalam sambutannya.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pelaku usaha dalam berkomunikasi secara etis dan membangun hubungan berbasis kepercayaan dengan konsumen, sehingga daya saing UMKM meningkat dan konsumen Indonesia kian berdaya,” imbuhnya.

Turut menjadi narasumber dalam sesi gelar wicara yaitu Direktur Pemberdayaan Konsumen Endang Mulyadi, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Indonesian E-Commerce Association (idEA) Budi Primawan, Pendiri Erigo dan Erspo Muhammad Sadad, serta Pendiri Napocut Zada Amanda. Sementara itu, kreator konten Ibob Tarigan menjadi narasumber dalam sesi lokakarya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Konsumen Endang Mulyadi menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali pelaku usaha menyampaikan informasi yang jelas tentang produk dan layanannya, serta pemahaman cara menangani keluhan konsumen secara konstruktif. 

“Pembekalan semacam ini penting untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat antara pelaku usaha dan konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan menegaskan komitmen perusahaannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. Ia mendorong pelaku usaha agar berjualan secara jujur, bertanggung jawab, dan mengutamakan kualitas, sekaligus memanfaatkan platform niaga-el secara bijak. 

“Lazada hadir untuk memberikan layanan yang responsif. Dengan begitu, kepentingan pelaku usaha dan konsumen dapat dijembatani secara seimbang,” ungkap Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Budi juga menyoroti pesatnya pertumbuhan niaga-el di Indonesia. Pada 2025, jumlah pengguna niaga-el di Indonesia diproyeksikan mencapai 73,06 juta. Angka ini diperkirakan tumbuh sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya. 

Pemilik Aulia Moslem Boutique Auliana Soemardi menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting untuk membangun kepercayaan antara pelaku usaha dan konsumen. Ia menambahkan, edukasi yang diberikan dapat diterapkan dalam pengelolaan bisnis yang lebih sehat.