Gioshia Ralie, CEO & Senior Country Officer, J.P. Morgan Indonesia (foto ist)

 

JAKARTA – JP Morgan, perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat (AS), menjelaskan prospek ekonomi Indonesia untuk sisa tahun 2025 tetap menjanjikan. Hal tersebut didorong oleh stimulus fiskal, perjanjian perdagangan, dan pelonggaran kebijakan moneter yang membuka jalan bagi pertumbuhan berkelanjutan.

“Valuasi pasar yang menarik dan kebijakan strategis juga memberi prospek cerah pada sektor-sektor tertentu seperti barang konsumsi, properti, dan perbankan,” ujar Gioshia Ralie, CEO & Senior Country Officer J.P. Morgan Indonesia, beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Henry Wibowo, Head of Research & Strategy, J.P. Morgan Indonesia JPMorgan Chase & J.P. Morgan di Indonesia. 

“Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) yang baru diumumkan turut memperkuat optimisme ini, dengan keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan disiplin fiskal,” ujarnya.

Henry menjelaskan, secara keseluruhan, J.P. Morgan menilai anggaran 2026 berhasil menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, pendanaan program strategis pemerintah, investasi jangka panjang, dan kebutuhan jangka pendek untuk mendorong konsumsi masyarakat. 

Pandangan optimistis pemerintah terhadap sektor perekonomian dan bisnis Indonesia tercermin dalam a) perkiraan pertumbuhan PDB 2026 sebesar 5,4% (dibandingkan dengan 4,7-5,0% dalam outlook 2025) dan b) perkiraan pendapatan fiskal yang menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar +9,8% (dibandingkan dengan 0,5% tahunan dalam outlook 2025). 

“Pada saat yang sama, pemerintah tetap berkomitmen pada kebijakan fiskal yang cermat, karena defisit fiskal diperkirakan akan turun menjadi 2,48% dari PDB dibandingkan dengan 2,78% pada tahun 2025,” ujarnya.