Berdasarkan penelitian Universitas Indonesia, dalam dua tahun operasionalnya LRT Jabodebek berkontribusi pada penghematan biaya bahan bakar Rp170 miliar, penghematan biaya kerusakan infrastruktur jalan Rp1 triliun, serta pengurangan emisi karbon yang setara dengan efisiensi biaya Rp217 miliar. (foto KAI)

 

JAKARTA – Tepat dua tahun beroperasi, Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi) mencatatkan capaian membanggakan dengan melayani 43.696.660 pelanggan sejak resmi beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga 27 Agustus 2025. 

LRT Jabodebek juga memperkuat integrasi dengan moda transportasi lain seperti Commuter Line, MRT Jakarta, TransJakarta, dan Kereta Cepat Whoosh.

Beberapa titik integrasi strategis yang sudah berjalan antara lain Stasiun Cawang yang terhubung dengan Commuter Line, Stasiun Halim yang terintegrasi dengan Whoosh, serta Stasiun Dukuh Atas yang terkoneksi dengan MRT, KRL dan TransJakarta. 

Integrasi ini menghadirkan kemudahan berpindah moda, sehingga semakin mendorong masyarakat untuk memilih transportasi publik. Selain memberikan manfaat mobilitas, LRT Jabodebek juga membawa dampak positif bagi ekonomi dan lingkungan. 

Berdasarkan penelitian Universitas Indonesia, dalam dua tahun operasionalnya LRT Jabodebek berkontribusi pada penghematan biaya bahan bakar Rp170 miliar, penghematan biaya kerusakan infrastruktur jalan Rp1 triliun, serta pengurangan emisi karbon yang setara dengan efisiensi biaya Rp217 miliar. 

“Hal ini memperkuat peran LRT Jabodebek sebagai solusi mobilitas yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, Kamis (28/8/2025).

Dari sisi teknologi, LRT Jabodebek menggunakan sistem otomasi Grade of Automation Level 3 (GoA3) yang memungkinkan perjalanan berlangsung otomatis dengan pengendalian presisi tinggi.

Walaupun demikian, setiap rangkaian tetap didampingi Train Attendant untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

“Kami memastikan keselamatan menjadi prioritas utama melalui kombinasi teknologi modern, perawatan rutin, serta kehadiran petugas yang sigap mendampingi pelanggan. Dengan begitu, masyarakat dapat bepergian dengan rasa aman dan nyaman,” jelas Anne.