Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dan Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim menyapa masyarakat dari atas kendaraan hias. Kendaraan hias berangkat dari Monumen Nasional dengan rute Sarinah hingga titik akhir di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (17/8/2025). foto ist
JAKARTA – Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian berkolaborasi menyemarakkan Karnaval Bersatu pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8/2025).
Di tengah tantangan perdagangan global, kedua kementerian kompak mengusung tagline bersama “Industri Kuat, Indonesia Berdaulat” dan “Kata Emak, Pakai Produk Lokal”.
“Kata Emak” merupakan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dari permainan papan (board game) milik Segara Indonesia Games. “Kata Emak” dipilih karena mewakili kreativitas dan keuletan pelaku ekonomi rakyat.
“Dengan tagline ini, kami terus menggaungkan semangat untuk menggunakan produk lokal. Melalui pesan ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat lebih bangga dan memilih produk-produk dalam negeri, sekaligus menunjukkan dukungan nyata bagi para pelaku usaha lokal,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Saat senja mulai beranjak dan malam perlahan muncul, kendaraan hias bernomor 24 meluncur dalam Karnaval Bersatu. Semangat kebersamaan dan kemerdekaan terus menggema di kota Jakarta.
Parade kendaraan hias dari berbagai kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah berjalan beriringan. Setiap instansi membawa pesan positif dan harapan besar bagi bangsa Indonesia di sektor yang dinaunginya.
Kendaraan hias bernomor 24 dipenuhi ornamen bernuansa merah putih. Pada bagian depan kendaraan, tampak visual burung garuda bergaya futuristik yang melambangkan kekuatan, keberanian, serta gerak maju Indonesia menuju masa depan.
Di bagian tengah, tampak roda-roda mesin, crane, dan peti kemas yang menggambarkan industri dan ekspor yang salin terkait. Di bagian belakang, terpampang bola dunia besar yang dikelilingi tulisan “UMKM BISA Ekspor”.
Bola dunia ini menggaungkan semangat ekspor melalui merupakan salah satu program utama Kemendag, yaitu “Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor” (UMKM BISA Ekspor).
Ornamen ini dilengkapi dengan gambar berbagai komoditas unggulan Indonesia, seperti kopi, kakao, dan kelapa sawit.
“Ini sekaligus menggambarkan bahwa Kementerian Perdagangan menjembatani produk-produk nasional dan hilirisasi ke kancah global. Termasuk produk-produk UMKM di dalamnya,” kata Mendag Busan.
Kemendag juga menyuarakan berbagai program unggulan melalui karnaval ini. Selain mengampanyekan penggunaan produk lokal dan UMKM BISA Ekspor, sejumlah program Kemendag lainnya yang turut digaungkan, yaitu Konsumen Berdaya yang fokus pada pemberdayaan konsumen dan Trade Expo Indonesia 2025 yang merupakan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, dan Sekretaris Jenderal Kemendag Isy Karim menyapa masyarakat dari atas kendaraan hias.
Kendaraan hias berangkat dari Monumen Nasional dengan rute Sarinah hingga titik akhir di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Masyarakat yang antusias sudah memenuhi kawasan Monumen Nasional sejak sore.

Penampilan drumband dari SMA Taruna Nusantara dan Kereta Kencana Prabayeksa meluncur menjadi penanda dimulainya arak-arakan kendaraan hias.
Karnaval kendaraan hias ini merupakan salah satu rangkaian penutup HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Karnaval kendaraan hias ditutup dengan pertunjukan karnaval drone, kembang api, dan air mancur kemerdekaan.
Selain karnaval, rangkaian kegiatan HUT ke-80 RI lainnya yakni, upacara peringatan detik-detik proklamasi, pertunjukan drone kemerdekaan, pesta rakyat, dan lomba tujuh belasan.
Partisipasi Kementerian Perdagangan dalam karnaval ini bukan hanya perayaan, melainkan juga simbol dari komitmen untuk membangun ekonomi yang tangguh. Sebagaimana semarak perayaan HUT ke-80 RI yang meninggalkan jejak kebersamaan, Kemendag bertekad untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi nasional, khususnya di sektor perdagangan akan terus menyatukan dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat
