Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan mendampingi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat seusai rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (16/5/2025).
JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar rapat koordinasi lintas sektor membahas penyusunan Perpres tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan beserta Lampiran RAN Pelayanan Kepemudaan di Kantor Kemenpora, Jumat (16/5/2025).
Rakor yang dipimpin Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat dihadiri Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dan perwakilan dari 58 kementerian/lembaga..
“Rakor hari ini sebagai Kick Off penyusunan Perpres yang baru, yang akan memuat RAN Pelayanan Kepemudaan,” ujar Wamenpora.
“Forum ini menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman, memperkuat sinergi, dan merumuskan arah kebijakan lintas sektor dalam pelayanan kepemudaan,” imbuhnya.
Menurut Wamenpora Taufik, pemuda memegang peranan strategis sebagai penggerak pembangunan bangsa. Tidak dapat dipisahkan dari dinamika perubahan global yang terus berkembang. Pembangunan kepemudaan bukanlah isu sektoral yang dapat diselesaikan oleh satu institusi saja melainkan lintas sektoral.
“Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda adalah WNI berusia 16 hingga 30 tahun masa kehidupan yang penuh energi dan potensi untuk membawa perubahan nyata dalam masyarakat. Persoalan pemuda bersifat lintas sektor,” ujarnya.
Lintas sektor yang dimaksud lanjutnya, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kewirausahaan, kesetaraan gender, hingga partisipasi dan kepemimpinan, serta inklusivitas.
“Koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pelayanan kepemudaan dapat berjalan secara holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Kick off hari ini harus berkelanjutan, semua masukan akan kita tampung kita godok hingga menuju ke langkah selanjutnya. Harus ada timelinenya jangan sampai tidak ada kelanjutannya. Semua harus berkomitmen bergerak cepat untuk meningkatkan kualitas kepemudaan menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh Wamenpora.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Yohan menyampaikan, pemuda sangat perlu disiapkan melalui pelayanan kepemudaan ini agar di 2045, dimana Indonesia ulang tahun ke-100, para pemuda ini tentunya akan menjadi pemimpin.
“Sehingga harus disiapkan sedini mungkin dari sekarang oleh semuanya. Dengan begitu program kegiatan yang dilakukan betul-betul bisa memberdayakan pemuda,” ujarnya.
“Pemuda tidak hanya sebagai objek pembangunan tetapi sebagai subjeknya pembangunan,” imbuh Yolan.
Rakor tersebut kata dia, diikuti 58 K/L, masing-masing mengirimkan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya.
“Jadi eselon 1 dari masing-masing kementerian/lembaga yang diutus oleh Menteri dan Menko masing-masing,” ujar Yohan.
Yohan menjelaskan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang dilanjutkan dengan Kepres Nomor 43 Tahun 2022 mengamanatkan Menteri Pemuda dan Olahraga sebagai koordinator dalam pembangunan kepemudaan.
Salah satu landasan yang disiapkan, kata dia, adalah melalui Kepres dan rencana aksi nasional yang di dalamnya berisi konsensus dari masing-masing kementerian/lembaga untuk berkolaborasi melaksanakan program kepemudaan.
Oleh sebab itu, rakor tersebut menjadi langkah penting untuk menyusun aturan agar program kepemudaan bisa berlangsung bersama semua unsur lintas sektoral.
“Kami juga nanti akan menyusun pelayanan kepemudaan secara tematik supaya mempermudah misalnya terkait kewirausahaan, pencegahan bencana, dan lainnya,” kata dia.
Wakil Kepala KSP Muhammad Qodari mengatakan, memasuki pemerintahan yang baru dimana program dari Presiden Prabowo kata kuncinya adalah pemberdayaan SDM. Dengan demikian lanjutnya, pemberdayaan ini akan berkontribusi terhadap IPP.
“Agar pemberdayaan pemuda ini atau pemberdayaan SDM ini maksimal maka harus diintegrasikan di tempat ini terutama teman-teman di Kemenpora. agar sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujarnya.
