foto ASDP
Danau Toba – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan di Danau Toba guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025 yang menenangkan dan menyenangkan.
Berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk peningkatan pola operasi kapal dan optimalisasi fasilitas pelabuhan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.
Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menyampaikan bahwa ASDP telah menyiapkan langkah-langkah strategis, sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan layanan penyeberangan yang menenangkan dan menyenangkan selama arus mudik Lebaran 2025.
Salah satunya, menetapkan pola operasi yang fleksibel untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode mudik.
“Di lintasan Ajibata – Ambarita, kami menyiapkan dua kapal dengan 10 trip per hari dalam kondisi normal, yang mampu mengangkut lebih dari 400 kendaraan kecil. Saat terjadi kepadatan, operasional ditingkatkan menjadi 14 trip dengan kapasitas lebih dari 500 kendaraan kecil. Sementara pada puncak arus mudik, jumlah trip akan ditambah hingga 18 perjalanan, melayani lebih dari 600 kendaraan kecil,” jelas Shelvy, Kamis (6/3/2025).
Selain kesiapan operasional, ASDP juga memastikan kapasitas terminal memadai. Pelabuhan Ajibata memiliki area seluas 10.488 meter persegi yang mampu menampung sekitar 132 kendaraan kecil, sementara Pelabuhan Ambarita seluas 2.589 meter persegi dapat mengakomodasi sekitar 120 kendaraan kecil.
Fasilitas pendukung seperti toilet, ruang menyusui, ruang kesehatan, dan tempat ibadah turut disediakan untuk menunjang kenyamanan pengguna jasa.
Keselamatan Prioritas Utama
General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Fauzie Akhmad, menegaskan bahwa kapal yang beroperasi telah melalui pemeriksaan menyeluruh.
“KMP Ihan Batak dan KMP Pora-Pora telah menjalani ramp check oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba serta Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Hasilnya, kedua kapal dinyatakan layak berlayar dan siap melayani arus mudik,” ujar Fauzie.
ASDP juga memastikan ketersediaan alat keselamatan sesuai standar, termasuk pelampung, sekoci, dan rubber boat untuk tim SAR.
Dari sisi sumber daya manusia, para nakhoda dan kru telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta tes narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Siantar dan dinyatakan bebas dari penyalahgunaan zat terlarang. Hal ini merupakan wujud ASDP untuk menyediakan mudik menenangkan, perjalanan menyenangkan.
Untuk menghadapi potensi kendala operasional, ASDP telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi.
