foto WSBP
JAKARTA – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang diperingati pada 12 Januari hingga 12 Februari, PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Sepanjang tahun 2024, WSBP berhasil mencatat berbagai pencapaian signifikan dalam aspek keselamatan kerja, yang mencerminkan keberhasilan implementasi program dan kebijakan K3 di seluruh unit operasional perusahaan.
WSBP berhasil mencatatkan total 5.800.000 jam kerja tanpa fatality serta total jarak tempuh kendaraan operasional mencapai 7.500.000 km dengan tingkat kecelakaan yang minimal.
Capaian ini menandakan keberhasilan perusahaan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja yang disiplin dan berkelanjutan. WSBP berhasil menurunkan Total Recordable Incident Frequency Rate (TRIFR) sebesar 75%, yang mencerminkan pengurangan signifikan dalam jumlah kecelakaan kerja yang tercatat, termasuk cedera ringan, berat, hingga kejadian yang membutuhkan perawatan medis.
Severity Rate (SR) turun sebesar 60%, menunjukkan bahwa tingkat keparahan insiden yang terjadi di lingkungan kerja mengalami penurunan drastis. Selain itu, Vehicle Accident Rate (VAR) menurun sebesar 30%, mencerminkan efektivitas sistem manajemen keselamatan transportasi yang diterapkan dalam operasional perusahaan, sehingga mengurangi jumlah kecelakaan kendaraan operasional.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari berbagai strategi dan inisiatif yang telah diterapkan WSBP sepanjang tahun 2024. WSBP aktif melakukan kampanye dan edukasi keselamatan, termasuk HSE Campaign, penyebaran flyer peringatan cuaca, serta seminar dan peringatan Bulan K3 Nasional.
Perusahaan juga memberikan penghargaan SHE Reward Appreciation bagi unit kerja yang berhasil menerapkan standar keselamatan dengan baik serta rutin mengadakan pembinaan HSE untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Selain itu, WSBP menerapkan verifikasi dan inspeksi rutin untuk memastikan standar keselamatan berjalan optimal. Beberapa langkah yang dilakukan meliputi verifikasi manajemen QSHE, inspeksi insidental dan hygiene, pemeriksaan Fit to Work, serta investigasi insiden untuk analisis akar penyebab dan pencegahan kejadian serupa.
Perusahaan juga melakukan pengukuran Safety Maturity Level guna mengevaluasi efektivitas sistem manajemen keselamatan. Di sisi lain, kesehatan karyawan menjadi perhatian utama dalam strategi keselamatan kerja WSBP.
Program pengendalian kesehatan mencakup Gerakan Pegawai Sehat di Kantor Pusat, inspeksi hygiene perusahaan, serta pemeriksaan kesehatan berkala untuk memastikan kondisi fisik tenaga kerja tetap prima.
“Kami meyakini bahwa keselamatan kerja bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga bagian dari budaya kerja yang harus ditanamkan di setiap individu,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Selasa (11/2/2025).
“Dengan berbagai upaya yang telah kami lakukan, kami optimis dapat terus meningkatkan kinerja K3 di masa mendatang demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif,” pungkasnya.
