Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero), Nurlely Aman, saat menerima penghargaan Winner Gender Inclusive Workplace dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026, pada Kamis (29/10) di Jakarta. PLN terus berkomitmen untuk mendorong kesetaraan gender melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif. (foto ist)
JAKARTA – PT PLN (Persero) terus mendorong kesetaraan gender melalui penciptaan lingkungan kerja yang inklusif serta pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Upaya tersebut mengantarkan PLN meraih Winner Gender Inclusive Workplace dan First Runner Up Community Engagement and Partnership dalam ajang UN Women Indonesia Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026.
Dalam penyerahan penghargaan WEPs Awards 2026 di Jakarta, Kamis (29/10), Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amurwani Dwi Lestariningsih, menegaskan pentingnya mewujudkan kesetaraan gender melalui lingkungan kerja yang inklusif dan kesempatan setara bagi perempuan untuk mengembangkan potensi serta karier.
Sementara itu, Country Representative and Liaison for ASEAN UN Women Indonesia, Ulziisuren Jamsran, mengapresiasi para pemenang WEPs Awards 2026 yang dinilai berhasil mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender ke dalam kebijakan dan praktik perusahaan.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, mengatakan bahwa PLN terus membangun lingkungan kerja yang inklusif dengan memberikan kesempatan setara bagi perempuan untuk mengembangkan karier dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
Upaya tersebut didukung melalui berbagai kebijakan yang membantu pekerja menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan kehidupan pribadi. Pegawai dapat memilih empat pola kerja fleksibel sesuai karakter tugas, memperoleh cuti ayah selama 30 hari atau 15 kali ketentuan nasional, cuti melahirkan selama 120 hari, serta cuti selama dua hari untuk merawat anggota keluarga yang sakit.
“PLN memberikan ruang bagi perempuan untuk tumbuh melalui berbagai fasilitas dan kesempatan pengembangan yang disiapkan perusahaan. Pengembangan perempuan bukan hanya tanggung jawab pengelola human capital, melainkan juga seluruh pemimpin di PLN. Setiap pemimpin memiliki peran dalam mendorong lahirnya generasi perempuan yang siap menjadi pemimpin di berbagai level organisasi,” ujar Nurlely.
