foto ist 

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mendorong penguatan kemitraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, Kesehatan, kesetaraan gender, serta peran Perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. 

Hal tersebut disampaikan Menko PMK dalam peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-81 atau United Nations Day (UN Day) 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, pada Selasa (27/10/2026). 

Sugiono menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia tengah menjalankan agenda transformasi untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, adil, dan makmur. Dalam perjalanan mencapai mimpi besar itu, pembangunan manusia menjadi inti dari agenda tersebut. 

“Inti dari transformasi ini adalah rakyat Indonesia. Membangun manusia Indonesia unggul, melalui kesehatan yang lebih baik, pendidikan berkualitas tinggi, dan peluang yang lebih besar untuk berkembang,” ujar Sugiono. 

Ia menegaskan, multilateralisme tetap penting untuk menjawab tantangan global, mulai dari perubahan iklim, konflik bersenjata, ketimpangan, hingga ancaman kesehatan masyarakat yang melampaui batas negara. 

Karena itu, kemitraan dengan PBB perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Dalam bidang kesehatan dan gizi, pemerintah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 100 juta orang serta Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 57 juta siswa. Pemerintah juga mengembangkan 441 rumah sakit daerah dan merenovasi 10.000 puskesmas. 

Kemitraan dengan PBB dapat memperkuat kapasitas layanan kesehatan dan mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Salah satu inisiatif yang berpotensi dikembangkan ialah fortifikasi beras untuk meningkatkan kandungan gizinya, termasuk melalui penjajakan keterkaitannya dengan program MBG. 

Di sektor pendidikan, pemerintah mendorong peningkatan kualitas sekolah dan madrasah, kesejahteraan guru, perluasan pembelajaran digital, serta penguatan pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Upaya ini juga mencakup pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Nasional Terpadu. Pada 2025, kerja sama dengan PBB turut memperluas akses keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat bagi 2,1 juta orang. 

Untuk membangun masyarakat yang tangguh, Sugiono menyoroti pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, serta penguatan kesiapsiagaan bencana melalui Gerakan Kita Tangguh. 

Kedua upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan pencegahan, respons, dan pemulihan dalam menghadapi berbagai ancaman. 

Dalam rangkaian kegiatan, Sugiono juga mengunjungi sejumlah stan yang menampilkan program dan inisiatif mitra PBB, antara lain fortifikasi beras, pemberdayaan perempuan dan anak, serta penguatan peran generasi muda di sektor pertanian. 

Berbagai inisiatif tersebut berkaitan dengan prioritas pembangunan manusia, termasuk peningkatan kualitas gizi dan ketahanan pangan. 

Ia turut menyoroti pentingnya mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian untuk menjaga regenerasi petani dan keberlanjutan produksi pangan nasional.

Kolaborasi dengan mitra pembangunan dapat membuka peluang untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor tersebut. 

“Kemenko PMK akan terus mengoordinasikan upaya lintas kementerian dan lembaga serta menyelaraskan prioritas pembangunan nasional dengan kemitraan PBB,” ujar Sugiono. 

Peringatan UN Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Kemitraan tersebut diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperluas kesempatan setiap orang untuk berkembang.