foto ist
JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), Sabtu (17/10), di Pelindo Tower, Jakarta.
Inisiatif ini dirancang untuk mengurangi ketidakseimbangan arus kargo antardaerah sekaligus mengoptimalkan pergerakan peti kemas agar kapasitas angkut dalam jaringan pelayaran domestik dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Lollan Andy Sutomo Panjaitan menyampaikan dukungan terhadap PINP sebagai salah satu upaya mendorong sistem logistik nasional yang semakin efektif dan efisien.
“Kami hadir di sini tentunya memberikan dukungan terhadap program ini. Cara-cara baru seperti ini membutuhkan kolaborasi dan koordinasi dari semua pihak. Dari sisi pemerintah, kami berharap agar roda perekonomian dan logistik Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Lollan.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan PINP dikembangkan untuk menjawab persoalan distribusi kargo dan peti kemas antardaerah.
“Pendulum ini tidak hanya membentuk jalur dari barat ke timur, tetapi bagaimana kita menyeimbangkan kargo dan peti kemas. Dengan skema ini, kita mendorong agar kargo dan peti kemas dapat bergerak lebih seimbang dengan tarif yang lebih efisien, sehingga secara keseluruhan dapat membantu menurunkan ongkos logistik,” ujar Achmad.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang menambahkan bahwa PINP dijalankan melalui penerapan berthing window untuk menciptakan kepastian jadwal dan meningkatkan keandalan operasi pelabuhan, kebijakan transshipment di pelabuhan hub Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar
Serta integrasi dengan Container Consolidation Centre (CCC) pada setiap simpul kargo dalam jaringan pendulum untuk meningkatkan kelancaran arus barang. (dai)
Pada tahap awal, PINP mencakup delapan koridor pelayaran domestik, yaitu:
1. Koridor 1: Makassar – Kendari – Sorong
2. Koridor 2: Tanjung Perak – Ambon – Sorong
3. Koridor 3: Tanjung Perak – Kupang – Ambon
4. Koridor 4: Makassar – Kijing – Kuala Tanjung
5. Koridor 5: Tanjung Emas – Makassar – Banjarmasin
6. Koridor 6: Tanjung Priok – Kijing – Kuala Tanjung
7. Koridor 7: Belawan – Banjarmasin – Tanjung Perak – Ambon
8. Koridor 8: Balikpapan – Bitung
