foto ist

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperluas peluang konektivitas maritim antarnegara melalui penjajakan pembukaan lintasan penyeberangan internasional Dumai–Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia.

Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASDP dan Parameswara Ferry Terminal di Kantor Pusat ASDP pada Kamis (15/10/2026) sebagai landasan awal untuk mengkaji potensi pasar, kesiapan operasional, dan kelayakan pengembangan rute tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia H.E. Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, Atase Perhubungan RI Kuala Lumpur Sindu Rahayu, Koordinator Fungsi Ekonomi Fifi Afianita Firdaus, Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar Salam, Pengarah Eksekutif Parameswara Ferry Terminal (M) Sdn. Bhd., Datuk Shahrull Allam Shah bin Abdul Halim, Pengarah Operasi Parameswara Ferry Terminal (M) Sdn. Bhd.,MD Yusshalman Bin MD Yusof, Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse, Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna, beserta jajaran manajemen ASDP lainnya.

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse menyampaikan bahwa penjajakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas peluang konektivitas penyeberangan internasional melalui pendekatan yang terencana dan berbasis kajian.

“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal bagi ASDP dan Parameswara Ferry Terminal untuk mengevaluasi potensi lintasan Dumai–Malaka secara menyeluruh,” ujarnya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap peluang pengembangan konektivitas didukung oleh kajian yang objektif, mulai dari potensi pasar, kesiapan operasional, hingga kelayakan bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di kedua negara,” imbuh Rio.