Gretel Griselda – CEO ALTO Network (foto ist)

JAKARTA – PT ALTO Network mencatat pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 96% secara year-on-year (YoY) pada semester I 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Seiring pertumbuhan tersebut, ALTO Network memperkuat dan memperluas kolaborasi dengan tujuh mitra dari industri perbankan dan pembayaran digital melalui enam penandatanganan kerja sama dan satu Nota Kesepahaman (MoU) dalam FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, pekan lalu.

Kolaborasi bersama blu by BCA Digital, BNI, GoPay, Maybank Indonesia, dan Bank Neo Commerce (BNC) mencakup penguatan existing partnership sekaligus pengembangan kolaborasi baru pada QRIS, QRIS Cross Border, serta layanan pembayaran digital lainnya.

Pertumbuhan juga terlihat pada layanan QRIS. Hingga semester I 2026, transaksi QRIS melalui ALTO Network tumbuh 118% secara YoY, sementara volume transaksi meningkat 112% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mendorong kebutuhan akan infrastruktur pembayaran yang tidak hanya mampu menangani peningkatan transaksi, tetapi juga mendukung kebutuhan mitra yang semakin beragam, mulai dari konektivitas hingga pengelolaan transaksi.

“Pertumbuhan transaksi berarti kebutuhan partner juga terus berkembang. Karena itu, fokus kami bukan hanya memperluas jaringan, tetapi memastikan konektivitas dan kapabilitas yang kami bangun dapat berkembang bersama kebutuhan masing-masing partner,” ujar Rangga Wiseno, Chief Business Officer ALTO Network, Jumat (2/10/2026).

“Kolaborasi menjadi penting agar infrastruktur yang kami kembangkan tetap relevan dengan pertumbuhan dan kompleksitas transaksi digital,” imbuhnya.

Lima penandatanganan dilakukan bersama blu by BCA Digital, BNI, GoPay, Maybank Indonesia, dan Bank Neo Commerce.

Dengan blu by BCA Digital, yang telah bermitra dengan ALTO Network sejak Juni 2020, kolaborasi diperkuat melalui pengembangan QRIS Tap sebagai perluasan use case transaksi QRIS bagi nasabah blu. 

Melalui layanan ini, nasabah dapat melakukan transaksi tap in dan tap out pada berbagai moda transportasi, termasuk MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL. 

Pengembangan QRIS Tap diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan pembayaran untuk mobilitas sehari-hari. Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Aditya Wahyu Windarwo, Direktur Bisnis BCA Digital.

Selanjutnya bersama BNI, yang telah menjalin kerja sama dengan ALTO Network sejak Februari 2020, kolaborasi diperluas melalui pengembangan layanan QRIS Cross Border (QRCB) Malaysia. 

Layanan ini memungkinkan nasabah BNI bertransaksi di Malaysia menggunakan QRIS dengan rekening BNI sebagai sumber dana. Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Aldio Dwitama, Division Head of Retail Digital Product & Partnership BNI.

Kolaborasi dengan Maybank Indonesia, yang telah berlangsung sejak Mei 2021, juga diperluas pada 2026 melalui layanan QRIS Cross Border dan QR TTS (Tarik Tunai). 

Sebelumnya, Maybank telah menggunakan layanan QRIS MPM sebagai issuer maupun acquirer. Kini, Maybank juga berperan sebagai issuer untuk transaksi outbound QRIS Cross Border Indonesia dan layanan QR TTS, yang keduanya telah live. 

Ke depan, kerja sama masih berpotensi dikembangkan lebih lanjut, termasuk melalui perluasan QRIS Cross Border ke negara lain. Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia.

Dengan Bank Neo Commerce (BNC), yang telah bekerja sama dengan ALTO Network sejak Mei 2022, kolaborasi QRIS mencakup QRIS MPM dengan BNC sebagai issuer dan acquirer, serta pengembangan QRIS Tuntas. 

Melalui layanan ini, nasabah BNC nantinya dapat melakukan transfer melalui merchant yang mendukung fitur tersebut. Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Christian Lesmana, Chief Business Officer – Funding & Partnership BNC.

Sementara itu, dalam kerja sama dengan GoPay yang telah terjalin sejak Oktober 2024, ALTO Network berperan sebagai switching provider untuk mendukung layanan QRIS MPM dan QRIS Cross Border. 

Kolaborasi tersebut diperkuat untuk mendukung keberlanjutan layanan QRIS yang telah berjalan. Penandatanganan kerja sama dihadiri oleh Kelvin Timothius, Direktur GoPay.

Secara keseluruhan, lima institusi yang menandatangani kerja sama dengan ALTO Network di FEKDI x IFSE 2026 berasal dari beragam segmen, mulai dari bank konvensional, bank digital, hingga lembaga selain bank (LSB). 

Sejumlah diantaranya juga menempati posisi atas sebagai issuer maupun acquirer QRIS. Dengan bertambahnya PJP tersebut ke dalam jaringan member ALTO, perusahaan menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS tetap sejalan dengan target Bank Indonesia, yakni sekitar dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya atau meningkat sekitar 100%.

“Bagi ALTO, partnership bukan sekadar menambah jumlah koneksi. Yang lebih penting adalah bagaimana hubungan yang telah dibangun dapat terus berkembang dan memberikan value bagi masing-masing pihak. Melalui momentum ini, kami memperkuat existing partnership sekaligus membuka ruang untuk pengembangan kolaborasi baru sesuai kebutuhan transaksi digital yang terus berkembang,” lanjut Rangga.

Saat ini, ALTO Network telah membangun kolaborasi dengan lebih dari 40 partner dari berbagai segmen industri. Seiring meningkatnya skala dan kompleksitas transaksi, kebutuhan mitra juga berkembang dari konektivitas jaringan pembayaran hingga pengelolaan transaksi secara lebih terintegrasi.

Sebagai payment infrastructure and solution provider, ALTO Network mengembangkan kapabilitas yang mendukung monitoring, reconciliation, settlement, dan dispute management.

Salah satunya melalui ASKARA Connect, platform terintegrasi yang membantu member memantau transaksi, mengelola dispute dan claim, settlement, ticketing, hingga memonitor potensi fraud.

Pengembangan kapabilitas tersebut melanjutkan fokus ALTO Network pada integrasi operasional yang sebelumnya diperkenalkan melalui ASKARA Connect dan ASKARA Collab di bulan April yang lalu, ALTO juga mengaitkan peningkatan volume dan ragam transaksi dengan kebutuhan institusi keuangan terhadap pengelolaan operasional yang lebih terintegrasi.

“Kedepan, ALTO akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder dan mengembangkan kapabilitas infrastrukturnya untuk mendukung pertumbuhan serta kompleksitas kebutuhan transaksi digital, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” jelas Gretel Griselda, CEO ALTO Network.