foto ist
MADRID – Kegiatan penjajakan bisnis (business matching) produk-produk Indonesia di Madrid mengungkap besarnya potensi briket, limbah jaring ikan, buah kering beku (freeze-dried fruits), hingga berbagai keripik tempe, buah, dan sayur untuk mengisi pasar Spanyol.
Dari tiga business matching oleh Atase Perdagangan (Atdag) RI sepanjang Juli—September 2026 tersebut, dicatatkan potensi transaksi sebesar USD 2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar.
Atdag RI Madrid, Ratnaningsih Hidayati, mengungkapkan, perwakilan perdagangan RI di Spanyol telah mempersiapkan sejumlah upaya tindak lanjut pasca-business matching.
Ratna berharap, fasilitasi berupa komunikasi lanjutan dan bantuan untuk menjawab permintaan informasi (inquiry) dari calon buyer Spanyol akan mendorong potensi transaksi menjadi realisasi.
“Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia. Kami harap, fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut dapat membantu merealisasikan potensi transaksi pasca-business matching,” jelasnya, (1/10).
Ratna menyampaikan, Atdag RI Madrid akan terus memantau perkembangan hasil business matching antara eksportir dan calon buyer. Beberapa hal yang akan dipantau meliputi spesifikasi teknis yang diminta buyer hingga diskusi mengenai biaya logistik.
Terdapat tiga calon buyer Spanyol yang menaruh ketertarikan. Pertama, Manuel Oroz terhadap briket serbuk kayu heksagonal untuk kebutuhan restoran profesional.
Buyer ini menaruh perhatian khusus terhadap produk Indonesia dengan spesifikasi nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran produk.
Kedua, Recycling Fibers terhadap limbah jaring ikan berbahan nilon 6 dari Indonesia untuk diolah menjadi pelet nilon 6. Ketiga, Desarollos GFJ terhadap produk buah dan sayur olahan Indonesia.
Sementara itu, sejumlah eksportir Indonesia di sektor produk bahan baku olahan daur ulang dan olahan biomassa yang ikut serta dalam business matching.
Diantaranya, yaitu Charcoal Experience dengan produk briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha, dan arang barbeku berbahan baku kayu keras lokal Indonesia; Java Charcoal dengan produk briket serbuk kayu heksagonal, arang shishakelapa, arang barbeku kelapa berbentuk bantal, serta arang kayu alami dari campuran kayu keras dan spesies lokal; serta Aruna dengan produk bahan baku olahan daur ulang limbah jaring ikan (fishing net waste).
Sementara itu, sejumlah eksportir di sektor makanan, di antaranya adalah PT Export Tani Nusantara dengan produk keripik vakum-goreng buah-buahan seperti brokoli, mangga, pisang, nangka, belimbing, dan rambutan serta produk beku-kering kelapa, stroberi, durian, apel, dan buah naga.
PT Frootful dengan produk buah dan sayur beku-kering, buah potong beku-kering, bubuk buah, smoothie sachet, yogurt bites, serta produk non-dairy smoothie berbentuk kubus; AgriTek/PT Menara Pangan Desa dengan produk keripik buah, sayur, dan umbi dengan teknologi vakum-goreng, individual quick freezing (IQF), dan beku-kering; serta Kultiva Co. dengan produk keripik tempe, keripik kulit ikan, keripik pisang, keripik umbi, keripik sayur musiman, keripik ubi ungu, keripik salak, nangka, talas, dan kentang.
Direktur PT Menara Pangan Desa, Richardo Petricius, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan melalui Atdag RI Madrid atas terselenggaranya business matching yang memberikan kesempatan untuk memperluas pasar di kawasan Eropa.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah melalui business matching dan bantuan pendampingan pasca kegiatan tersebut, semoga transaksi awal segera terwujud,” ujarnya.
